Soal Perpeloncoan di SMAN 1 Ciamis, Pak Uu Minta Sekolah Lebih Mengawasi Kegiatan Siswa

Pak Uu didampingi Kepala SMAN 1 Ciamis dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII juga menjenguk salah seorang korban.

Tribun Jabar/Andri M Dani
Pasukan Tongkat Sangga Penegas Ambalan Ciungwanara SMAN 1 Ciamis saat menyambut kedatangan Wagub Jabar H Uu Ruzhanul Ulum di SMAN 1 Ciamis Sabtu (15/1/2022) siang. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, memberikan arahan dalam kegiatan "Pembinaan Guru, Staf dan Siswa SMA Negeri 1 Ciamis" soal kasus perperloncoan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Ciamis, Sabtu (15/1/2022).

Pak Uu, sapaan Wagub Jabar, mengatakan Dinas Pendidikan Jawa Barat melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII akan bertanggung jawab menyelesaikan persoalan ini dengan upaya memberikan pemahaman kepada kepala sekolah dan tenaga pengajar.

"Jadi jangan dianggap dengan kedatangan saya ke sini lalu selesai. Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali," kata Pak Uu.

Pak Uu menjelaskan, perpeloncoan anggota Pramuka ini sebenarnya di luar lingkungan sekolah, pada 8 Januari 2022. Kegiatan tersebut berlangsung tanpa sepengetahuan dan izin dari sekolah.

Pak Uu meminta agar kepala sekolah, tenaga pengajar dan komite sekolah tidak lalai dalam memantau kegiatan para siswa, baik selama datang ke sekolah sampai jam akhir pembelajaran ataupun saat melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler.

Baca juga: Pak Uu Minta Tak Perlu Ada Tersangka di Kasus Pramuka di Ciamis, Selesaikan Secara Damai Saja

"Saya minta kepada kepala sekolah untuk tidak lengah dalam mengawasi siswa-siswi. Bukan hanya pengawasan saat sekolah, tetapi juga diluar sekolah pun perlu ada komunikasi yang baik dengan orangtua," ujar Pak Uu.

Dengan demikian ketika siswa berkegiatan, minimal pihak sekolah mengetahui apalagi yang berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah seperti Pramuka.

Pak Uu berharap kepala sekolah dan tenaga pengajar tidak menghalangi siswa berkreasi melalui ekstrakurikuler.

Tugas sekolah adalah tetap harus selalu memantau dengan penuh kehati-hatian, berkomunikasi, dan menekankan, bahwa kegiatan ekstrakurikuler itu harus mendapat izin dari sekolah.

"Jangan menutup kreativitas anak-anak untuk menjadi orang hebat, untuk menjadi orang kreatif, dan menjadi inovator di masa yang akan datang," ujar Uu Ruzhanul Ulum.

"Mengapa saya mendorong anak-anak harus tetap kreatif dan menjadi inovator, karena citra suatu bangsa bergantung dari pendidikannya," kata Pak Uu.

Kepala SMA Negeri 1 Ciamis Slamet Buntara menuturkan, sekolahnya telah berusaha untuk bertanggung jawab pada permasalahan tersebut, baik berupa pengobatan dan pemulihan trauma, serta bekerja sama dengan advokasi anak di Ciamis.

Pascakejadian itu proses belajar mengajar di sekolah sama sekali tak terganggu, ucapnya, bahkan berlangsung baik dan lancar dengan selalu mematuhi protokol kesehatan baik di kalangan siswa, maupun tenaga pengajar.

Pada kesempatan itu, Pak Uu didampingi Kepala SMAN 1 Ciamis dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII juga menjenguk salah seorang korban.

Pak Uu pun menghibur dan memberikan semangat untuk terus sekolah agar apa yang dicita-citakan dapat tercapai.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved