Sempat Timbulkan Kengerian, Jokowi Bersyukur Covid-19 Terkendali, Kini Mulai Naik Lagi

Presiden Joko Widodo bersyukur angka Covid-19 sudah berkurang dibandingkan pada Juli 2021. 

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Giri
Tribun Jabar / Muhammad Nandri Prilatama
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Gedung Pusat Pembelajaran Arntz-Geise di Unpar Bandung, Senin (17/1/2022) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Presiden Joko Widodo bersyukur angka Covid-19 sudah berkurang dibandingkan pada Juli 2021. 

Meski, Indonesia saat ini sedang "menyambut" kasus varian baru Covid, Omicron, yang mulai meningkat. 

Kasus Covid pada Juli 2021, kata Jokowi, menghadirkan kekhawatiran dan kengerian.

Terlihat dari situasi lorong rumah sakit yang penuh di wilayah Jawa dan Bali.

Saat itu, katanya, kasus harian Covid mencapai 56 ribu. 

"Kami bersyukur informasi terakhir, kemarin, kasus sudah berada di angka 855 kasus dari sempat mencapai 56 ribuan. Jumlah 855 kasus ini memang meningkat lagi dari sebelumnya yang hanya sekitar 200 kasus," kata Jokowi di Unpar Bandung, Senin (17/1/2022).

Jokowi juga menjelaskan alasan kasus Covid di Indonesia dapat menurun secara drastis.

Hal itu, kata Jokowi, karena Indonesia memiliki nilai gotong-royong dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

"Di sinilah letak Pancasila yang negara besar lainnya tak memiliki. Indonesia miliki rakyat yang dari tingkat RT, RW, sampai kabupaten/kota mau memberikan rumahnya untuk dijadikan tempat isolasi/karantina. Lalu, yang punya harta mau berbagi sembako kepada yang kesusahan. Itulah implementasi Pancasila di Indonesia," katanya ketika kuliah umum di Unpar yang bertemakan 'Pancasila Kekuatan Rakyat dan Keindahan Tradisi'. 

Jokowi mengaku negara-negara besar di dunia terkejut terhadap penanganan Covid di Indonesia.

Masyarakat di Indonesia dinilai Jokowi semuanya bergerak bahu-membahu.

Baca juga: Presiden Joko Widodo Ditawari Cilok Saat Kunjungi Pasar Sederhana Bandung, Begini Responsnya

"Saya apresiasi juga kepada pemerintah daerah, TNI-Polri, dan semua lapisan masyarakat untuk menangani masalah pandemi ini," ucapnya.

Saat ini, Jokowi menyebut, sudah ada 30 provinsi di Indonesia yang telah mencapai target 70 persen vaksinasi.

Dia mengatakan, 297,5 juta orang di Indonesia yang sudah ikuti vaksin.

Baca juga: Pedagang Ini Bagikan Barang Jualannya Secara Gratis Setelah Dapatkan Ini dari Presiden Joko Widodo 

Angka ini, katanya, bukanlah angka yang kecil.

"Tiga puluh provinsi itu salah satunya Jawa Barat. Kata Pak Gubernur (Ridwan Kamil), Jabar sudah vaksin sebanyak 83 persen. Dan Indonesia ini menjadi nomor empat terbesar di dunia yang sudah melakukan vaksinasi setelah Cina, Brasil, dan Amerika," katanya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved