Gedung PAUD di Cibeureum Kota Sukabumi Diboikot, Digembok Sehingga Tak Bisa Digunakan

Gedung PAUD Anggrek 9 di Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, diduga diboikot disertai perusakan sehingga tidak bisa digunakan.

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Mega Nugraha
Istimewa
Spanduk bertuliskan larangan penggunaan PAUD di Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah.

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI- Gedung PAUD Anggrek 9 di Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, diduga diboikot pengurus RW sehingga tidak bisa digunakan.

Pantauan Tribun, spanduk pemberitahuan berisi larangan penggunaaan gedung dipasang di gedung Paud tersebut.

"Berdasarkan situasi dan kondisi pada saat ini, kami pengurus RW memutuskan untuk membekukan gedung fasilitas RW untuk sementara waktu," isi tulisan di spanduk.

Baca juga: VIRAL Video Jasad Ustaz yang Dikubur 17 Tahun Lalu Masih Utuh, Terungkap Saat Pemindahan Jenazah

Kondisi bangunan juga terlantar, hancur dan kumuh. Sampah berserakan di tempat pendidikan anak tersebut. 

Koordinator aksi dari Aliansi BEM Sukabumi (ABSI), Rifki Rizaldi mengatakan pihak mahasiswa memberikan pendampingan kepada guru PAUD yang merasa terampas haknya. Termasuk adanya intimidasi dan tuduhan yang diterima oleh para pengajar. 

"Permasalahan ini telah terjadi selama 6 tahun, para guru dilarang malakukan kegiatan belajar mengajar di PAUD Anggrek 9 dan puncaknya di akhir Desember 2021 kemarin, ketika sekolah PAUD digembok diduga dilakukan oleh pengurus RW," ujarnya kepada Tribunjabar.id Minggu (16/1/2022). 

Rifki, menjelaskan, bahwa alasan yang diterima oleh para guru dilarang untuk melakukan kegiatan belajar mengajar,  karena bangunan tersebut akan difungsikan kembali oleh kepengurusan RW.

"Padahal menurut pengakuan para guru, bangunan tersebut sudah bersertifikat dan dalam IMB tertulis untuk bangunan PAUD," jelasnya.

Baca juga: Pekerja Bangunan Meninggal saat Rumah di Pangalengan Bandung Diterjang Longsor

Untuk menyelamatkan aset yang ada di dalam PAUD, para guru harus memanjat pagar berduri untuk mengambil buku dan aset lainnya karena pagar PAUD digembok. 

"Coba bayangan para guru tersebut adalah perempuan yang harus manjat-manjat mengamankan aset pendididikan," ucapnya.

Selain itu, fasilitas bermain anak seperti ayunan hingga perosotan juga diduga dirusak supaya tidak bisa digunakan.

"Tidak hanya itu barang-barang milik PAUD banyak yang hilang, bahkan bangunannya juga ada yang merusak," terangnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved