Breaking News:

Evaluasi PTM 100 Persen, Pemkot Cirebon Agendakan Lakukan Hal Ini di Sekolah-sekolah

Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di Kota Cirebon akan dievaluasi setelah dilaksanakan sepekan terakhir.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Giri
TRIBUNCIREBON.COM/AHMAD IMAM BAEHAQI
ILUSTRASI - Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di Kota Cirebon akan dievaluasi setelah dilaksanakan sepekan terakhir. Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, mengatakan, satu dari evaluasi Pemkot Cirebon adalah dengan mengagendakan swab test di sekolah-sekolah. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di Kota Cirebon akan dievaluasi setelah dilaksanakan sepekan terakhir.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, mengatakan, satu dari evaluasi Pemkot Cirebon adalah dengan mengagendakan swab test di sekolah-sekolah.

"Swab test di sekolah-sekolah ini juga akan diagendakan secara rutin," kata Agus Mulyadi saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Sabtu (15/1/2022).

Ia mengatakan, rencananya agenda swab test rutin dilaksanakan setiap dua pekan sekali kepada siswa-siswa yang mengikuti PTM 100 persen.

Selain itu, tracing dan testing tersebut untuk mengantisipasi munculnya kasus baru di lingkungan sekolah selama PTM 100 persen berlangsung.

Jika ditemukan pelajar yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka pihaknya akan menerapkan lockdown lokal dan tracing di kelas hingga keluarganya.

"Langkah tersebut sesuai mekanisme penanganan yang tertuang dalam surat keputusan bersama (SKB) empat menteri," ujar Agus Mulyadi.

Agus menyampaikan, sejauh ini PTM 100 persen di Kota Cirebon secara umum berjalan meski terdapat beberapa catatan dari Satgas Penanganan Covid-19.

Di antaranya, kerumunan siswa pada jam pulang sekolah sehingga pihaknya bakal berkoordinasi dengan sekolah yang melaksanaan PTM 100 persen untuk mengaturnya.

"Kami meminta pihak sekolah mengatur jadwal kepulangan siswanya agar tidak bersamaan, sehingga dapat meminimalisasi terjadinya kerumunan," kata Agus Mulyadi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved