Breaking News:

Pramuka Korban Lingkaran Setan

Sempat Tunjukkan TKP ke Polisi, MF, Korban Insiden Eskul Pramuka SMAN 1 Ciamis Kembali Bersekolah

MF (16), siswa kelas X SMAN 1 Ciamis korban kegiatan pramuka saling tempeleng “Lingkaran Setan” eskul pramuka, Jumat (14/1) sudah bersekolah

Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Andri M Dani
SMAN 1 Ciamis, Rabu (12/1/2022). 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – MF (16), siswa kelas X SMAN 1 Ciamis yang menjadi korban kegiatan pramuka saling tempeleng “Lingkaran Setan” eskul pramuka, Jumat (14/1) pagi sudah kembali bersekolah seperti biasa.

“Tadi pagi , Adek (maksudnya, MF) berangkat ke sekolah pakai baju pramuka. Hari ini kan Jumat. Adek sudah kembali bersekolah seperti biasa,” ujar Mamay, orangtua MF kepada Tribun Jumat (14/1).

MF bersama rekannya FR dan E mengalami lebam-lebam diwajah setelah mengikuti kegiatan ekskul pramuka tahapan pemilihan pimpinan sangga yang berlangsung di sebuah rumah kosong di Sarayuda, Kertaharja, Cijeungjing Sabtu (8/1).

Ketiga siswa tersebut mengalami lebam-lebam diwajah setelah mengikuti kegiatan yang ada aksi saling pukul saling tempeleng.

Ketiga siswa tersebut sempat dibawa ke ruang IGD RSUD Ciamis untuk  mendapatkan penanganan dan pengobatan juga divisum.

MF dan E setelah mendapat pengobatan di RSUD  Ciamis bisa pulang dan menjalan rawat jalan di rumah masing-masing.

Sementara FR dirawat di RSUD Pandega Pangandaran kondisinya cukup parah. Ketiga siswa tersebut mendapat dispensasi izin dari sekolah karena sakit.

Ketiga siswa tersebut sejak dimulai PTM penuh 100 % mulai hari pertama  sekolah setelah libur semester, Senin (10/1) tidak masuk sekolah setelah mendapat izin sakit.

“Tapi tadi pagi Adek, sudah kembali bersekolah. Berangkat dari rumah pagi-pagi. Tapi saya tidak tahu apakah E juga sudah kembali bersekolah atau belum. Kalau FR kan masih dirawat di rumah sakit di Pangandaran,” katanya.

Namun sekitar pukul 08.00, menurut Mamay, anaknya tersebut minta izin untuk mendampingi aparat kepolisian untuk menunjukkan lokasi rumah di Dusun Sarayuda Kertaharja Cijeungjing tempat terjadinya insiden aksi saling tempeleng kegiatan eskul kepramukaan Sabtu (8/1) tersebut.

“Tapi sebentar, pukul 09.00 sudah kembali ke sekolah lagi,” ujar Mamay.

Menurut Mamay, ia secara sudah resmi melaporkan kejadian yang menimpa anaknya, MF ke kepolisian Rabu (12/1) lalu berama Ari Firmansyah orangtua E.

“Kami sudah dimintai keterangan oleh Unit PPA. Bahkan kemarin si Adek dan temannya E, juga sudah dimintai keterangan kemarin (Kamis, 13/1). Pokoknya kemarin hampir seharian di Polres, dari siang baru selesai pukul 19.30 malam,” ungkapnya.

Menurut Mamay, Kamis (13/1) orang tua korban yang resmi melaporkan kejadian bertambah. Kamis tersebut giliran Deden Effendi, ayahanda FR yang melaporkan kejadian yang menimpa anaknya secara resmi. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved