Breaking News:

Persib Bandung

Persib Bandung Dinilai Lakukan Kesalahan Transfer, Tak Seharusnya Wander Luiz Dilepas

Banyak bobotoh yang meminta manajemen untuk memecat Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts karena tidak mampu memaksimalkan pemain-pemain bintang

Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Ravianto
TRIBUNNEWS.COM/MUHAMMAD NURSINA
Aksi penyerang PSS Sleman, Wander Luiz saat coba dihentikan oleh bek Arema FC, Diego Michiels dalam laga yang berlangsung di Stadion I Wayan Dipta (TRIBUNNEWS.COM/MUHAMMAD NURSINA) 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kekalahan Persib Bandung dari Bali United dengan skor 0-1 dalam pertandingan lanjutan pekan ke-19 Liga 1 2021/2022 di Stadion Ngurah Rai, Kamis (13/1) membuat posisi Robert Alberts selaku pelatih kembali memanas.
Banyak bobotoh yang meminta manajemen untuk memecat Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts karena tidak mampu memaksimalkan pemain-pemain bintang yang dimiliki oleh Maung Bandung.
Penyerang Persib Bruno Cantanhede dipeluk Bruno da Silva seusai mencetak gol ke gawang Persita.
Penyerang Persib Bruno Cantanhede dipeluk Bruno da Silva seusai mencetak gol ke gawang Persita. (ligaindonesiabaru.com)
Menurut Yudi, sebelum menilai apakah Robert masih layak atau tidak menukangi Persib bisa dilihat dari keputusannya merekrut pemain pada bursa transfer paruh musim.
"Kalau sekarang kembali lagi kepada manajemen. Waktu pas putaran pertama berakhir, saya pernah mengungkapkan bahwa Persib ada di urutan kedua setelah Bhayangkara FC. Itu pun Bhayangkara FC pernah dikalahkan Persib. Berarti analisisnya, tim bagus dong. Kemudian tim itu sangat solid," ujar Yudi melalui sambungan telepon, Jumat (14/1).
Kendati duduk di peringkat kedua klasemen akhir putaran pertama, evaluasi kata Yudi tetap harus dilakukan. Namun seharusnya tidak sebesar yang dilakukan sekarang.
"Persib mengganti dua striker sekaligus dan itu posisi yang krusial. Karena bahwa Persib sudah solid berarti saya lihat hanya Geoffrey Castillion yang mesti diganti. Karena Geoffrey Castillion sejak dipinjamkan ke Como dia cederanya tidak kunjung sembuh sehingga mempengaruhi terhadap penampilan," katanya.
Menurut Yudi, Persib seharusnya tetap mempertahankan Wander Luiz sebagai ujung tombak. Sehingga penambahan pemain depan tidak perlu terlalu banyak.
Sebab jika merombak dua striker sekaligus, maka akan mempengaruhi kekompakan. Setidaknya, lanjut Yudi, jika hanya mendatangkan satu pemain baru di lini depan saja, adaptasi tidak akan terlalu banyakn
"Dilihat sekarang hasilnya ada Bruno Cantanhede dan David da Silva bahwa pemain ini bukan jelek hanya kekompakan timnya belum didapat," katanya.
Selain itu, dia juga menyoroti keputusan Persib untuk tidak menambah bek tengah baru. Sebab menurutnya, Persib kekurangan bek tengah sepanjang putaran pertama karena akumulasi kartu kuning atau cedera.
"Rekrutan pemain kan ada di pelatih itu kembali lagi kepada pelatih dan manajemen. Saya waktu itu hanya sekadar masukan. Mau diterima atau tidaknya itu dikembalikan kepada pelatih. Pelatih mungkin punya pertimbangan sendiri yang kita enggak tahu," katanya.
Selain itu, kelemahan Persib musim ini terletak pada posisi bek sayap. Sebab dalam beberapa kali pertandingan, para bek sayap ini terlihat cukup keteteran ketika bertahan maupun menyerang.
Ardi Idrus, Bayu M Fiqri, Henhen Herdiana, Supardi Nasir, dan Zalnando dinilai belum menampilkan performa terbaiknya. Bahkan bisa dikatakan, penampilan mereka bisa dibilang angin-anginan.
Hal ini memunculkan opsi untuk Persib hanya menggunakan tiga bek saja. Sehingga posisi bek sayap digantikan oleh pemain lain yang sebelumnya berposisi sebagai penyerang sayap seperti Febri Hariyadi, Frets Butuan, atau Erwin Ramdani.
Ketimbang menggunakan tiga bek, mantan pemain Persib, Yudi Guntara menyarankan agar Robert Alberts selaku pelatih kepala mengoptimalkan bek sayap yang ada. Sebab menurutnya, bek sayap yang dimiliki Persib sekarang sudah cukup bagus.
"Saya bicara lagi bahwa Persib ada di urutan kedua. Berarti performa pemain bagus kalau menurut saya. Supardi pernah bagus bersama Ardi Idrus waktu di zamannya Gomez. Kenapa tidak bisa dilakukan lagi," ujar Yudi.
Selain itu, Henhen yang sempat mendapat kritikan pedas beberapa waktu lalu perlahan sudah mulai bangkit. Jebolan Diklat Persib itu semakin menanjak penampilannya.
"Zalnando juga beberapa kali bermain bagus. Ngasih assist yang bagus. Bayu juga pemain yang bagus," katanya.
Saat ini, lanjut Yudi, hal yang perlu dibenahi oleh para bek sayap ini adalah mental bertanding. Ketika hal itu sudah didapat, Yudi yakin permainannya akan kembali seperti semula.
"Apalagi tinggal bagaimana pemain ini mentalnya bangkit lagi kepercayaan dirinya bangkit lagi bahwa dia itu bisa melakukan hal luar biasa," ujarnya
Sementara itu, Febri Hariyadi tengah mendapat sorotan tajam usai penampilannya dengan Persib musim ini dianggap jelek. Febri tidak banyak berkontribusi hingga Liga 1 berjalan 19 pekan.
Jebolan Diklat Persib itu sejauh ini sudah bermain sebanyak 19 kali pertandingan dan hanya mencetak dua gol serta satu assist. Bahkan catatan statistik Febri kalah dari Beckham Putra Nugraha yang jumlah pertandingannya lebih sedikit.
Beckham sudah bermain sebanyak 13 kali. Dari 13 kali penampilan itu, adik kandung Gian Zola tersebut mencetak dua gol dan dua assist.
Mantan pemain Persib, Yudi Guntara memiliki analisis terkait performa Febri yang sangat menurun pada musim ini. Menurut dia, permasalahan Febri ada di mental bertanding dan kepercayaan diri.
"Febri pernah bagus, pernah dielu-elukan dicPersib. Pernah dielu-elukan di Timnas. Sebetulnya kan Febri mampu bermain bagus. Mampu melakukan hal itu, mampu melakukan permainan bagus. Mungkin itu yang ada dipikiran Robert," katanya.
Pemilik nomor punggung 13 itu, lanjut Yudi, pernah bermain sangat bagus ketika Persib menghadapi Bhayangkara FC. Kala itu, Febri mencetak satu gol indah dari tendangan bebas dan membawa Persib meraih kemenangan.
"Sekarang kembali lagi kepada Febri kepada personalnya. Mau meningkatkan lagi enggak. Kalau saya sih lihat tinggal mental bertanding, tinggal mentalnya saja," katanya.
Bagi Yudi, Febri memiliki kemampuan cukup lengkap sebagai seorang pemain sayap. Dia memiliki eksplosivitas, kecepatan, serta lihai dalam duel satu lawan satu.
"Cuman memang mentalnya, bangun lagi mentalnya, bangun lagi kepercaayaan dirinya untuk bermain bagus," ucapnya.
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved