Breaking News:

P2TP2A Pelajari Psikososial Anak 3 Tahun yang Disiksa Ayah Tiri hingga Derita Patah Tulang di Kepala

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Sukabumi merasa miris dengan kejadian yang menimpa K (3) yang disiksa oleh ayah

Tribunjabar.id
Sekretariat Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Sukabumi 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah.

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Sukabumi merasa miris dengan kejadian yang menimpa K (3) yang disiksa oleh ayah tirinya hingga mengalami patah tulang berupa retakan di kepalanya.

Sekretaris P2TP2A Joko Kristianto mengatakan, pihaknya pun akan melakukan pendampingan korban baik dari dari sisi hukum maupun medis. 

"Kita coba lakukan penanganan secara hukum dulu dan  kita  pelajari juga hal lainnya. Kemudian kita juga melakukan pendampingan pada korban dari medisnya atau ada penanganan psikologisnya," ujarnya, kepada Tribunjabar.id, Kamis (13/1/2022). 

Baca juga: BREAKING NEWS: Biadab Anak 3 Tahun Disiksa Ayah Tirinya, Warga Sering Melihat Bocah Dipukuli

Kasus yang menimpa bayi K ini, berbeda dari kasus biasa dan perlu tindakan yang krusial, karena pelaku MBF (25) merupakan orang dewasa dan korban masih balita.

"Ini bagi kami menjadi krusial. Jika dilihat pelakunya ini orang dewasa dan si korbannya masih cukup balita," jelasnya 

Sebagai psikolog klinis, Joko akan melakukan assessment secara langsung kepada korban dengan secara tepat dan akurat.

"Kita akan segera memastikannya. Termasuk mempelajari psikososialnya. Saat ini Kita ngga bisa dulu ngasih pandangan, tapi intinya standar operasional prosedural akan dilakukan," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Penanganan Informasi dan Komplain RS Syamsudin, dr. Muhammad Yusuf Ginanjar mengatakan, korban dirawat sekitar tiga hari.

Baca juga: Pria Ini Aniaya Anak dan Mantan Istri dengan Senjata Tajam, Lalu Kabur dan Sembunyi di Semak-semak

Saat masuk ke IGD, korban mengalami luka memar di bagian wajah dan mata diduga akibat disiksa oleh ayah tirinya.

"Pasien datang ke IGD itu pada 8 Januari dalam kondisi sadarkan diri. Namun saat pemeriksaa ditemukan tanda-tanda memar di wajahnya dan kedua matanya," jelasnya, kepada Tribunjabar.id, Kamis (13/1/2022).

Saat perawatan anaknya kondisinya bagus, sadar dan saat di IGD oleh dokter jaga dikonsulkan kepada dokter spesialis bedah saraf. 

"Pada saat perawatan kita tangani dengan dokter spesialias untuk memastikam kondisi luka dalam yang dialaminya,," terang Yusuf.

Berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan patah tulang dibagian kepala setelah ditangani dan diperiksa oleh dokter dari spesialis bedah saraf dan spesialis  bedah mata

"Hasil scan, ditemukan ada patah tulang di kepalanya. Namun dari dokter bedah saraf terapinya penangan selanjutnya secara konservatif. Artinya Jadi cukup dengan observasi saat itu," jelas Yusuf.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved