Breaking News:

Kuasa Hukum Akan Perjuangkan Nenek Ellen agar Tak Terusir dari Rumahnya, Tegaskan soal Pemalsuan

Seperti diketahui, rumah seluas 3.230 meter persegi itu dijual oleh cucu tirinya berinisial IW sebesar Rp 2,8 miliar dengan cara memalsukan tanda tang

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID/HILMAN KAMALUDIN
Nenek Ellen (80) di rumahnya Kampung Jayagiri, RT 04/11, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (14/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Kuasa hukum nenek Ellen atau Ellen Plaissaer Sjair (80), Bobby Herlambang Siregar dari kantor hukum Willard Malau & Partners bakal memperjuangkan kliennya itu supaya tidak sampai terusir dari rumahnya sendiri.

Seperti diketahui, nenek Ellen ditipu cucu tirinya.

Diterjang pohon tumbang atap ruang kelas SDN 1 mangkubumi porakporanda saat hujan lebat Jumat (14/1) pukuln16.00 sore(foto Dok FK Tagana Ciamis)
Diterjang pohon tumbang atap ruang kelas SDN 1 mangkubumi porakporanda saat hujan lebat Jumat (14/1) pukuln16.00 sore(foto Dok FK Tagana Ciamis) (foto Dok FK Tagana Ciamis)

Rumahnya yang seluas 3.230 meter persegi itu dijual oleh cucu tirinya berinisial IW sebesar Rp 2,8 miliar dengan cara memalsukan tanda tangan surat kuasa pada tahun 2014 lalu.

Meski cucu tiri dan notarisnya sudah diputus bersalah, rumah milik Ellen tetap terjual, lalu pembelinya kemudian mengajukan gugatan kepada Ellen agar segera mengosongkan rumahnya. 

Di tingkat pengadilan, Ellen kalah, mulai dari tahap pertama, banding, kasasi hingga peninjauan kembali (PK) justru dimenangkan penggugat.

"Ke depannya kami akan tetap berjuang, kami akan bantu Nenek Ellen. Kami saat ini sedang mengajukan banding," ujarnya saat ditemui di rumah Nenek Ellen, Jumat (14/1/2022).

Bobby pun berharap, para pejabat dari instansi hukum ada yang siap membantu nenek Ellen supaya rumahnya yang sudah ditempati sejak tahun 1991 itu bisa kembali menjadi miliknya.

"Nenek Ellen ini mantan guru kami yang sudah berusia senja, hidup sendiri, tidak punya anak, dan suami sudah meninggal dunia. Jadi, kami terpanggil untuk membantu nenek Ellen, kami tersentuh seperti layaknya melihat ibu, nenek yang terdzolimi," kata Bobby.

Nenek Ellen, lansia berusia 80 tahun di Kabupaten Bandung Barat
Nenek Ellen, lansia berusia 80 tahun di Kabupaten Bandung Barat (Istimewa via Bobby Herlambang Siregar)

Selama ini, kata Bobby, nenek Ellen ini tidak pernah menjual rumahnya, bahkan dia juga tidak tahu sama sekali rumah itu dijual oleh cucu tirinya.

"Nenek Ellen ini korban atas tindak pidana yang dilakukan cucu tirinya. Harapan kami, hukum itu tidak kotak-kotak, saya mengerti alasan majelis hakim, tapi bagaimana dengan pemilik yang beritikad baik dan memiliki haknya atas tanah ini," ucapnya.

Menurutnya, terkait putusan pengadilan yang sudah memenangkan penggugat, nantinya akan menjadi preseden buruk karena ada pemalsuan tanda tangan.

"Kemudian, oleh pengadilan ini disahkan dan dikuatkan, jadi, kami mohon keadilan. Sejak bulan Desember kami melakukan gugatan pembatalan Akta Jual Beli (AJB)," kata Bobby.

Namun, gugatan yang keputusannya keluar pada 4 Januari itu, kata Bobby, tidak diterima tanpa mempertimbangkan memeriksa pokok perkara, tetapi keputusannya hanya berdasar kepada asas nebis in idem.

"Padahal kami ingin, hukum ini berkeadilan, jangan kotak-kotak, jangan kaku gitu. Sedangkan majelis hakim bisa memutuskan berdasarkan hati nurani dan rasa kemanusiaan. Itu yang kita akan perjuangkan," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved