Breaking News:

Kesalahan Fatal Persib Bandung hingga Kalah dari Bali United, Absennya Marc Klok Bawa Pengaruh Besar

Pengamat sepakbola, Wawan Dermawan, mengatakan tekanan Bali United FC sejak babak pertama pertandingan, membuat para pemain Persib Bandung tidak mampu

Tribunnews/Muhammad Nursina
Wasit memberikan keputusan di laga Persib Bandung vs Bali United. Maung Bandung kalah 0-1 dari Bali United. 

TRIBUNJABAR.ID - Pengamat sepakbola, Wawan Dermawan, mengatakan tekanan Bali United FC sejak babak pertama pertandingan, membuat para pemain Persib Bandung tidak mampu mengembangkan permainan. Bahkan beberapa operan antarpemain pun, kerap kali tidak menemui sasaran yang tepat, sehingga mudah direbut para pemain lawan.

"Seluruh pemain Persib tampil di bawah peforma terbaiknya. Sepanjang 45 menit babak pertama, para pemain yang terus ditekan, sangat panik dan banyak melakukan kesalahan, hingga pelanggaran yang tidak perlu sehingga merugikan tim, terbukti dengan dua kartu kuning yang diberikan wasit bagi dua pemain Persib," ujarnya kepada Tribun saat dihubungi melalui telepon, Kamis (13/1).

Baca juga: Kewalahan Digempur Bali United, Persib Bandung Pantas Kalah, David da Silva Belum Sumbang Gol

Menurutnya, agresifitas para pemain Bali United FC seolah dibiarkan oleh para pemain tengah dan bertahan Persib, yang seharusnya  menutup pergerakan lawan sebelum masuk kotak pertahanan Maung Bandung. Bahkan, pemain belakang pun kerap melakukan kesalahan antisipasi, sehingga mudah ditembus pemain lawan.

"Lini belakang banyak melakukan kesalahan fatal, seperti posisi Zalnando dan Igbonefo yang terus dieksploitasi para penyerang lawan. Alhasil pada menit 39, gol dapat dilesakkan oleh pemain yang digadang-gadang akan berkostum Persib yakni Stefano Lilipaly, melalui tandukan kepalanya umpan bola dari Ricky Fajrin. Intinya babak pertama tim Persib kurang agresif, banyak melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu dan bermain jorok," ujar Wawan, yang juga sempat menjabat sebagai Sekretaris Persib Bandung era 1998-2000.

Wawan melihat, absennya Marc Klok sebagai pengatur tempo dan mengalirkan bola antarlini sangat berpengaruh. Bahkan, di babak kedua, meskipun Robert Alberts memainkan empat pemain yang berposisi striker, gol penyama tetap tidak dapat tercipta. Padahal banyak peluang di depan gawang.

Gelandang Persib Bandung Marc Klok di laga melawan Persita Tangerang. Di laga tersebut Marc Klok mendapat kartu kuning.
Gelandang Persib Bandung Marc Klok di laga melawan Persita Tangerang. Di laga tersebut Marc Klok mendapat kartu kuning. (ligaindonesiabaru.com)

"Selain itu, umpan-umpan jauh yang tidak efektif masih terus di lakukan para pemain Persib. Bola yang seharusnya dialirkan dengan operan pendek, justru dilepaskan jauh-jauh dan tidak menemui pemain yang dituju. Kalau ada Marc Klok pasti bola akan lebih banyak di bawah, bukan jauh-jauh kayak tadi," ujarnya.

Wawan menambahkan, karena pelatih memasang empat stiker di menit 80, pos gelandang bertahan dan menyerang harus diperankan Rashid. Kondisi ini tentu menguras fisik dan konsentrasi pemain asal Palestina itu, sehingga kerap melakukan pelanggaran, dan akhirnya dihukum kartu kuning di penghujung laga.

"Rashid juga kelihatan bekerja sendirian di tengah. Kelihatan dia juga frustasi di akhir-akhir pertandingan. Hal ini menunjukkan bahwa minimnya strategi dari Robert Alberts setiap kali menghadapi tim-tim besar di liga 1. Saya minta di pertandingan selanjutnya harus ada evaluasi agar Persib lebih baik dan rebut kembali puncak klasemen dari Arema FC," katanya. (cipta permana)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved