Breaking News:

Inilah Misi Sulit Kereta Cepat di Purwakarta, Terowongan Sepanjang 1 Km di Bandung di Perut Bumi

Pembangunan terowongan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung di Desa Bunder Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta jadi bagian tersulit proyek tersebut

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Mega Nugraha
Istimewa
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sempat meninjau kontruksi terowongan kereta cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Purwakarta, Rabu (121/2022 

TRIBUNJABAR.ID,PURWAKARTA- Pembangunan terowongan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung di Desa Bunder Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta jadi bagian tersulit proyek tersebut.

Terowongan atau tunnel 2 jalur kereta cepat itu dibangun di perut dan menembus gunung sepanjang 1 km.

Presiden Direktur KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, dari seluruh jalur kereta cepat Jakarta Bandung, pembangunan terowongan tersebut jadi hal paling tersulit.

Pasalnya, pembangunan tersebut lokasinya berada di area clay shale. Sehingga, pembangunan tunnel 2 ini jadi terowongan pertama di Indonesia yang berhasil dibangun di area clay shale.

Baca juga: Ridwan Kamil Pasarkan Lukisan Seniman Jalan Braga di NFT, Biasanya Rp 500 Ribu Kini terjual Jutaan

Area clay shale merupakan jenis tanah dengan karakteristik yang mudah lapuk apabila terekspos saat penggalian berlangsung.

Mengingat kondisi tanah yang memiliki potensi menimbulkan pergerakan konstruksi timbunan maupun
konstruksi jalan yang terdapat di atasnya, sehingga proses pembangunan tunnel
harus dilakukan dengan berhati-hati dan seksama.

“Tunnel #2 memang salah satu titik tersulit. Lokasinya berada di area clay shale yang karakteristik tanahnya mudah lapuk apabila terekspos saat penggalian berlangsung. Untuk itu, diperlukan kehati-hatian dalam pengerjaannya dan tidak bisa dilakukan secara terburu-bur,” kata Dwiyana.

Baca juga: Tinjau Pengerjaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Purwakarta, Luhut Target Tunnel 2 Rampung April

Dia menjelaskan, selama proses pengerjaan terowongan, melibatkan ahli tunnel dan grouting dari Tiongkok dan ITB. Melalui kolaborasi ini, diharapkan juga terjadi transfer knowledge dalam bidang konstruksi terowongan sekaligus dalam mengatasi kendala dalam proses konstruksi di Tunnel #2.

“Para ahli dari Tiongkok dan ITB tersebut akan dimaksimalkan untuk transfer knowledge kepada seluruh pekerja KCJB di titik konstruksi tersebut,” kata Dwiyana Slamet Riyadi.

Lebih lanjut, Dwiyana menyebutkan bahwa tenaga ahli berpengalaman tersebut didatangkan untuk membantu bagian permukaan terowongan karena sangat menguasai metode grouting yang selama ini dipakai untuk mengerjakan beberapa proyek terowongan KCJB.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved