Breaking News:

Banjir Hingga Angin Puting Beliung Landa Daerah di Jabar, BNPB Lakukan Susur Sungai Bersama Ahli

Banjir hingga angin puting beliung melanda sejumlah daerah di Jabar sejak beberapa hari lalu. BNPB pun mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah

Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Pengendara mobil maupun sepeda motor menerobos genangan banjir di ruas Jalan Kolonel Ahmad Syam, Kecamatan Jatinangor, Selasa (28/12/2021) petang. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Banjir hingga angin puting beliung melanda sejumlah daerah di Jabar sejak beberapa hari lalu.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, angin puting beliung maupun tanah longsor, di awal tahun ini.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi di Desa Mekarsari dan Desa Putrajawa, di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Kamis (13/1) dengan Tinggi Muka Air (TMA) hingga 50 sentimeter.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Garut masih mendata jumlah rumah dan fasilitas umum yang terdampak.

Namun hingga Kamis (13/1) malam, belum ada laporan warga yang mengungsi.

Selain itu, banjir di beberapa titik berangsur surut, meski demikian warga diminta siap siaga jika terjadi banjir susulan.

Dari Kabupaten Bandung Barat, katanya, dilaporkan sebanyak 218 Kepala Keluarga terdampak angin puting beliung yang melanda Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat pada Selasa, (11/1) pukul 15.00 WIB.

Angin puting beliung disertai hujan lebat tersebut menyebabkan sebanyak 195 unit rumah rusak ringan, 23 unit rumah rusak sedang dan dua fasilitas umum terdampak. 

Banjir bandang menerjang kawasan Legok Bedeng, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Banjir bandang menerjang kawasan Legok Bedeng, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Dok BPBD Garut)

Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Bandung Barat melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna penanganan korban jiwa maupun materil.

Petugas juga melakukan pembersihan pohon-pohon yang tumbang dan menimpa rumah maupun menghalangi akses jalan.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Selaawi Garut, Tiga Desa Terdampak, Termasuk Lapangan Futsal Ikut Terendam

"Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencantumkan wilayah provinsi Jawa Barat sebagai salah satu wilayah yang masih berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang untuk 13 Januari hingga 15 Januari mendatang," katanya melalui siaran tertulis, Jumat (14/1).

Dengan adanya peringatan dini yang dikelaurkan BMKG tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, angin puting beliung maupun tanah longsor. 

Adapun langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan seperti melakukan susur sungai bersama para ahli untuk membersihkan material yang menghambat aliran air, pemantauan dan pemeliharaan kondisi tanggul, serta memantau peningkatan debit air ketika wilayah pemukiman diguyur hujan lebat. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved