Breaking News:

Banjir dan Tanah Longsor di Selaawi Garut Terjadi Karena Curah Hujan yang Tinggi, Kata Bupati

Bupati Garut mengatakan kalau bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut penyebabnya adalah curah hujan yang tinggi. 

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Ravianto
Dok BPBD Garut
Banjir bandang menerjang kawasan Legok Bedeng, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan kalau bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut penyebabnya adalah curah hujan yang tinggi. 

Kerusakan akibat banjir tersebut terjadi di lima desa yang dilintasi Sungai Cikuya.

Kelima desa tersebut yakni, Desa Samida, Desa Selaawi, Desa Putrajawa,  Desa Mekarsari dan Desa Pelitaasih. 

Jembatan Gorowong penghubung Garut dan Sumedang via Selaawi rusak berat diterjang banjir bandang pada Kamis (13/1/2022) sore. 
Jembatan Gorowong penghubung Garut dan Sumedang via Selaawi rusak berat diterjang banjir bandang pada Kamis (13/1/2022) sore.  (Tribun Jabar / Sidqi Al Gifari)

"Kami menemukan beberapa kerusakan di bantaran Sungai Cikuya,  lima desa dikikis oleh banjir itu," ujarnya Bupati Garut Rudy Gunawan, saat diwawancarai Tribunjabar.id di lokasi bencana, Jumat (14/1/2022). 

Ia menjelaskan Pemda Garut tidak menerapkan status siaga bencana di Selaawi namun pihaknya langsung melakukan rekontruksi. 

Selain rumah yang terdampak, ia menuturkan ada beberapa jembatan penghubung desa yang rusak akibat terjangan banjir tersebut. 

"Kami pastikan semua itu bisa diperbaiki secepatnya, sungai-sungai di Selaawi itu kecil jadi ketika hujan deras airnya meluap ke permukiman," ungkapnya. 

Rudy menyebut tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut termasuk warga pun tidak ada yang mengungsi. 

Terkait rusaknya Jembatan Gorowong yang merupakan akses menuju Kabupaten Sumedang, Rudy menyebut pihaknya akan berkordinasi dengan Pemkab Sumedang untuk segera memperbaiki jembatan tersebut. 

"Kita bersihkan dulu sampai hari Minggu, hari Senin kita perbaiki menggunakan BTT, kolaborasi juga sama Pemkab Sumedang," ujarnya. 

Kepala Pelaksana BPBD Garut Satria Budi mengatakan saat ini petugas sedang menginventarisasi kerusakan rumah mau pun fasilitas umum.

"Kita masih melakukan asesmen ya, berapa jumlah rumah yang rusak atau fasilitas umum masih kita data," ujarnya saat dihubungi Tribunjabar.id.

Budi menjelaskan dari hasil laporan sementara di lokasi bencana, kebanyakan rumah yang rusak akibat banjir tersebut adalah yang berada di dekat sungai. 

Menurutnya ada potensi bahaya jika mendirikan rumah dekat dengan sungai. 

"Bencana ini adalah bencana hidrometeorologi, kejadiannya besar harus diwaspadai," ungkapnya.(*) 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved