Breaking News:

Badan Saksi Nasional Partai Golkar Tolak Pemilu Diundur 2027, Dapat Berpotensi Melanggar Konstitusi

Adanya kabar hasil survei yang mewacanakan pemerintahan diperpanjang hingga tahun 2027 mengundang reaksi beberapa pihak. Di antaranya BSNPG

Dok. Pribadi
Firman Mulyadi Koordinator Divisi Hukum Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Adanya kabar hasil survei yang mewacanakan pemerintahan diperpanjang hingga tahun 2027 mengundang reaksi beberapa pihak.

Salah satu di antaranya datang dari Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) yang menyebut bahwa penundaan pemilu dapat berpotensi melanggar konstitusi.

"Dalam Pasal 7 UUD 1945, Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun dan dapat dipilih sekali lagi pada jabatan yang sama. Sementara, Pasal 6A UUD 1945 juga menegaskan Presiden dan Wakil Presiden dipilih rakyat secara berpasangan melalui pemilihan umum," ujar Firman Mulyadi Koordinator Divisi Hukum BSNPG, di Cianjur Jumat (14/1/2022) pagi.

Lalu, kata dia, Pasal 22E UUD 1945 menegaskan pemilihan umum harus dilaksanakan setiap lima tahun. 

Ia menambahkan, selain berpotensi melanggar konstitusi, wacana pemilu diundur ke tahun 2027 akan menghambat proses regenerasi kepemimpinan nasional.

"Saya yakin Presiden Jokowi tidak menginginkan pemilu diundur sehingga Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) Menolak wacana pemilu diundur hingga 2027," ujar Firman.

Selain menghambat regenerasi kepemimpinan nasional, pemilu diundur sampai 2027 juga akan berpotensi merusak sistem hukum ketatanegaraan dan sistem demokrasi yang sudah dibangun.

"Selain perpanjangan masa jabatan Presiden, maka harus ada juga perpanjangan masa jabatan anggota DPR RI, MPR RI, DPD RI, serta kementerian atau lembaga dan jabatan-jabatan lainnya, ini yang berpotensi merusak sistem yang sudah ada," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved