Breaking News:

UPDATE Kasus Denny Siregar Sebut Santri di Tasik sebagai Calon Teroris, Polda Metro Masih Pendalaman

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menegaskan pihaknya bakal memproses kasus itu yang sudah berperkara 18 bulan

Editor: Ravianto
ist/tribunnews
Surat dari Pondok Pesantren Daarul Ilmi Tasikmalaya untuk memperkarakan Denny Siregar (kiri) dan tangkapan layar unggahan Denny Siregar di Facebook. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkapkan perihal pelimpahan kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan pegiat media sosial Denny Siregar di mana dia menyebut santri di Tasikmalaya sebagai calon teroris.

Seperti diketahui, Denny Siregar dilaporkan atas kasus dugaan ujaran kebencian setelah mengunggah foto anak-anak dengan bendera tauhid yang diberi caption 'Adek2ku calon teroris yang abang sayang'

Pada 27 Juni 2020, Denny mengunggah sebuah tulisan berjudul Adekku Calon Teroris yang Abang Sayang.

Tulisan 10 paragraf itu dilengkapi dengan foto ilustrasi sekumpulan anak-anak yang mengenakan sorban bertuliskan kalimat tauhid.

Walau hanya ilustrasi, tapi foto itu yang diceritakan dalam unggahannya. 

"Dan lihatlah diri kalian sekarang. Coba pandangi foto kalian. Menyedihkan, bukan? Sibuk dengan bendera2 yang kalian juga gak tahu artinya apa," tulis Denny.

 Belakangan diketahui, foto anak-anak itu adalah santri Daarul Ilmi Tasikmalaya. Foto itu dijepret saat mereka akan ikut aksi 212.

Setelah ramai diprotes, Denny menghapus unggahan tersebut.

Namun unggahan sudah keburu menyebar dan disimpan netizen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved