Breaking News:

PTPN VIII Targetkan Hijaukan Seribu Hektare Lahan di Jabar dan Banten

Hingga tahun 2026, PTPN VIII menargetkan pemulihan lahan kritis seluas 1.000 hektare.

hakim baihaqi/tribun jabar
Ilustrasi lahan PTPN. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII) menargetkan konservasi atau pemulihan lahan kritis di Jabar dan Banten sebanyak 402.708 pohon di 19 kebun dengan total luasan 1.006,77 hektare sampai dengan 2026.

Sebelumnya pada Maret 2021, pemulihan dilakukan di lahan seluas 82,71 hektare dengan jumlah pohon sebanyak 27.862 pohon di beberapa unit Kebun PTPN VIII sebagai bentuk pencegahan alih fungsi lahan dan bencana alam. 

Fokus utama tahun lalu dilakukan di empat lokasi prioritas yaitu Kebun Gedeh di Mas Kabupaten Bogor, Kebun Kertamanah Kabupaten Bandung, Kebun Cikumpay Kabupaten Purwakarta, dan Kebun Cisalak Baru Provinsi Banten.

Direktur PTPN VIII, Didik Prasetyo, mengatakan upaya yang akan dilakukan dengan cara penanaman pohon endemic di daerah lahan kritis, lahan gundul, daerah potensi banjir, kekeringan dan eks areal penebangan liar dengan melaksanakan koordinasi dengan aparat dan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat untuk penghijauan. 

“Rehabilitasi lahan kritis di Jawa Barat dan Banten merupakan kewajiban kita semua, kunci keberhasilan program ini adalah kolaborasi dari berbagai pihak mulai dari pemerintah, pihak swasta, organisasi non-pemerintah, akademisi, aktivis lingkungan, masyarakat dan pihak lain. Kami mengharapkan dukungan dari berbagai pihak dalam bentuk untuk kesuksesan program ini,“ ucapnya melalui ponsel, Kamis (13/1/2022). 

Dalam Program Rehabilitasi Lahan Kritis di Jawa Barat dan Banten ini, PTPN VIII membuka kesempatan berkolaborasi sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bagi perusahaan BUMN maupun swasta untuk turut serta menanam pohon di areal lahan kritis.

"Bagi pihak yang tertarik untuk berkolaborasi dengan kami, bisa langsung menghubungi Tim Rehabilitasi Lahan Kritis PTPN VIII di Kantor Direksi PTPN VIII," katanya.

Ia mengatakan banyaknya perubahan fenomena alam yang salah satunya disebabkan oleh aktivitas deforestasi yaitu penebangan hutan dan pengalih fungsian hutan menjadi kawasan pertanian, peternakan, dan juga pemukiman.

Perubahan iklim yang disebabkan oleh emisi karbon dan efek rumah kaca pun, katanya, mengakibatkan peningkatan suhu udara dan berpotensi menimbulkan kerusakan ekosistem secara menyeluruh. 

"Kami memiliki komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan memperbaiki kerusakan alam dan melindungi seluruh potensi sumber daya alam bagi kelangsungan hidup masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan target utama penghijaun, perbaikan ekosistem, revitalisasi DAS, konservasi untuk resapan air," katanya.

Baca juga: Harga Ekspor Diprediksi Masih Menguat, Komoditi Karet Alam PTPN VIII Sunset atau Sustain?

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved