Breaking News:

Produk Batik Tetap Trend di 2022, Awal Tahun Dama Kara Usung Motif Kawung

Produk fesyen batik diyakini akan tetap trend di 2022 dan Dama Kara di awal tahun mengusung motif kawung

Editor: Siti Fatimah
istimewa

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Batik diyakini masih akan tetap trend dan diminati di tahun 2022 terutama pasar dalam negeri. Inovasi dalam produk batik diyakini pula yang membuat batik masih akan banyak digunakan konsumen meski banyak gempuran produk fashion asing.

Salah satu produk batik yang diproses langsung oleh perajin adalah Dama Kara.

Founder Dama Kara, Nurdini Priastiti mengatakan, Dama Kara tetap memiliki ciri khas sendiri. Karena itulah, sejak berdiri tahun 2020 produk Dama Kara ternyata mampu masuk pasar produk fashion hingga kini.

Baca juga: Cerita Batik Paoman Indramayu Pernah Nyaris Punah, Kini Kembali Berjaya dan Dikenal Banyak Kalangan

"Berangkat dari keyakinan bahwa setiap orang memiliki keistimewaan masing-masing, Dama Kara terlahir. Dama Kara berkomitmen untuk mengangkat kain yang diproses pengrajin kami secara tradisional pada volume ganjil dan mendukung terapi menggambar bagi rekan istimewa," kata Nurdini Priastiti disela private soiree “Welcoming 2022: The Launch of Dama Kara Hapsari” bekerjasama dengan TYU, The daily miami, Botanina, dan Keluarga Keboen di Bandung, Kamis (13/1/2022).

fashion Dama Kara
fashion Dama Kara (istimewa)

Rekan istimewa yang dimaksud adalah para penyandang autis.

Dama Kara mengapresiasi gambar yang dihasilkan pada terapi ini untuk diaplikasikan ke koleksi volume genap, dan rekan istimewa yang gambarnya diangkat dan akan mendapatkan royalti penjualan setiap bulannya.

"Dama Kara berharap akan terlahir kebanggan dan apresiasi terhadap penyandang autis dari keluarga dan lingkungan sekitar. Melalui langkah kecil ini, kami berharap bisa merangkul rekan-rekan istimewa lainnya untuk berkarya melalui Dama Kara. Kami percaya, berkarya tak mengenal keterbatasan," katanya.

Baca juga: Langkah Pulihkan Ekonomi di Masa Pandemi Covid, Industri Kreatif Bergerak Lewat Batik Khas Bandung

Pada produk terbaru kali ini, mengusung nama Hapsari, merupakan kolaborasi antara Dama Kara dengan Prita Ghozie.

Menurut Nurdini Priastiti, Prita Ghozie merupakan sosok figur wanita modern yang ingin diangkat oleh Dama Kara untuk memotivasi wanita lainnya.

Value yang dimiliki Dama Kara, yaitu social empowerment, dirasa bisa terwakili oleh persona Prita Ghozie. 

Dari sosok Prita Ghozie, Dama Kara mendapatkan inspirasi bahwa terdapat siklus dalam hidup yang memberikan makna lebih mendalam. 

Di lokasi yang sama, Co Founder Dama Kara, Sanaya Ratu Safira mengatakan, Hapsari dipilih sebagai nama kolaborasi kali ini, selain karena nama tengah dari Prita Ghozie, tetapi juga memiliki arti seorang dewi.

Dalam Dama Kara Hapsari, terdapat 3 motif yang melambangkan sebagai koneksi kuat yang menggambarkan hakikat diri insan manusia yaitu motif kawung yang bermakna kesempurnaan, kemurnian, dan kesunyian.

Kemudian motif balance triangle yang dimaknai sebagai bentuk keseimbangan dalam hidup, serta motif kembang kawung yang dimaknai sebagai mekarnya pencapaian dari setiap harapan.

"Melalui Hapsari, Dama Kara berharap bahwa kolaborasi ini tidak hanya menjadi ragam sandang tetapi juga bisa menemani proses pertumbuhan Teman Dama Kara," kata Sanaya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved