Breaking News:

Ini Jenis Vaksin Covid-19 yang Disuntikkan sebagai Booster di Jawa Barat, Ada Tiga

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah mulai memberikan vaksinasi penguat atau booster untuk 10 daerah di Jawa Barat.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
freepik
Ilustrasi vaksin Covi-19 - Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah mulai memberikan vaksinasi penguat atau booster untuk 10 daerah di Jawa Barat. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah mulai memberikan vaksinasi penguat atau booster untuk 10 daerah di Jawa Barat.

Vaksinasi penguat diberikan kepada daerah yang vaksinasinya sudah mencapai 70 persen dosis pertama dan 60 persen dosis kedua.

Ketua Divisi Vaksinasi Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Dedi Supandi, mengatakan, pelaksanaan vaksinasi penguat mulai dilakukan sejak Rabu (12/1/2022).

Hal itu sesuai dengan keputusan pemerintah pusat.

"Ada 10 kota dan kabupaten di Jabar yang dosis pertamanya di atas 70 persen dan dosis keduanya di atas 60 persen, yakni delapan kota dan dua Kabupaten," kata Dedi di Bandung, Kamis (13/1/2021).

Daerah yang mendapat vaksin penguat antara itu yakni Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Cimahi, Kota Banjar, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Sumedang.

Jenis vaksin penguat yang diberikan yakni Sinovac, Astrazeneca, dan Pfizer.

Baca juga: Vaksin Booster Sudah Dimulai di Sentra Vaksinasi, Kapolda Jabar Sebut Polisi dan TNI Siap Fasilitasi

"Sinovac kurang lebih di satu juta lebih dosis, Astrazeneca di 79 ribu, dan Pfizer 79 ribu sekian. Itu semua belum terancam kedaluwarsa. Hanya itu yang akan dipergunakan untuk melakukan booster," katanya.

Vaksinasi penguat ini diutamakan untuk masyarakat dengan profesi yang mempunyai aktivitas dan kontak tinggi dan di lingkungan rentan tertular Covid-19.

"Jadi rentan ini seperti pekerja kesehatan, TNI-Polri, dan guru tenaga pendidikan, itu yang akan kita utamakan," katanya.

Dedi mengatakan, di Jabar, pemberian vaksin penguat sudah dimulai sejak 27 Desember 2021 dengan menggunakan stok vaksin yang hampir kedaluwarsa.

Upaya itu pun telah mendapat izin dari pemerintah pusat.

"Kenapa dari 27 Desember 2021, karena kami mengajukan surat kaitan dengan vaksin yang akan terancam kadaluwarsa. Itu ada 184 ribu vaksin akan berakhir di Januari 2022. Tapi itu sudah tuntas semua," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved