Breaking News:

Harga Minyak Goreng Naik, Pedagang Gorengan Lakukan Siasat Ini Agar Masyarakat Tetap Membeli

Imbas kenaikan harga minyak goreng berdampak pada penjual gorengan. Kenaikan harga ini dikeluhkan pedagang karena ongkos produksi untuk membuat goreng

TRIBUNJABAR.ID/PUTRI PUSPITA
Icong, pedagang gorengan di Jalan Inggit Garnasih Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Imbas kenaikan harga minyak goreng berdampak pada penjual gorengan yang ada di kaki lima. 

Kenaikan harga ini dikeluhkan pedagang karena ongkos produksi untuk membuat gorengan menjadi naik.

Salah satunya adalah Icong (33) yang sudah 12 tahun menjual gorengan.

Ditemui di Jalan Ibu Inggit Garnasih, Icong mengatakan meskipun harga minyak naik, ia menjual makanan gorengan dengan harga yang sama.

"Harganya tetap Rp 2.000 dapat 3, saya menjual dengan harga tetap karena takut malah sepi pembeli," ujar Icong, Kamis (13/1/2022).

Dalam sehari, ia bisa menghabiskan 5 liter minyak goreng atau senilai Rp 95.000 per hari untuk kebutuhan produksi gorengan yang ia jual.

Harga minyak goreng di Kota Bandung yang sebelumnya berkisar Rp 14.000-Rp 16.000 kini meningkat menjadi Rp 20.000 dengan presentase kenaikan harga 4,44 persen.

"Untuk mensiasati dalam menjual gorengan saya mengubah ukuran gorengan menjadi lebih kecil meskipun harganya tetap," kata Icong.

Icong berharap harga minyak goreng bisa diturunkan untuk rakyat kecil.

"Sekarang semua serba mahal, cengek juga kan mahal dan harga minyak goreng ini terlalu tinggi. Coba turunkan untuk pedagang kecil seperti kami," ujar Icong.

Kabar bahagia pun muncul hari ini, dimana ada operasi pasar minyak goreng premium akan digelar di Taman Dewi Sartika.

Dalam kegiatan operasi pasar ini, pemerintah pusat sudah mengelontorkan anggaran senilai Rp 3.6 triliun dengan harga jual Rp14 ribu/liter.

Program pemerintah pusat disalurkan melalui Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kota Bandung.

Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan, di Taman Dewi Sartika hanya para koordinator kecamatan dan kelurahan yang mengambil minyak goreng untuk disalurkan ke warga dengan harga Rp 14 ribu per liter. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved