Breaking News:

Geramnya Istri Hengky Kurniawan Ada Gadis Dirudapaksa Kakak Ipar, Kabarkan Kondisi Terkini Korban

Sonya mengatakan jika pelaku sepertinya kejiwaannya mengalami korslet karena tega melakukan hal keji.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Instagram/sonyafatmala
Hengky Kurniawan dan istrinya Sonya Fatmala. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sonya Fatmala mengabarkan kondisi terkini dari LS (13), gadis yang dirudapkasa setelah dibius oleh kakak iparnya berinisial NJ (40).

Sonya mengatakan, selain kondisi psikologis korban yang dipastikan terganggu, ia juga mengkhawatirkan kondisi kesehatan korban karena berdasarkan informasi, korban selalu diberikan obat bius apabila akan dirudapaksa pelaku.

"Memang pada saat disetubuhi itu memang dikasih obat bius dan lain-lain. Kalau benar-benar setiap hari minum obat bius, kan, pasti terganggu urat sarafnya," ujar istri Hengky Kurniawan ini saat dihubungi, Kamis (13/1/2022).

Terkait kejadian tersebut, Sonya Fatmala mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan dan langsung berkoordinasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) KBB untuk melakukan penanganan.

Sonya mengaku merasa prihatin dengan adanya kasus rudapaksa yang dilakukan kakak ipar korban tersebut.

Apalagi korbannya masih anak-anak yang masih di bawah umur.

"Dan yang lebih memprihatinkan lagi, sekarang itu pelaku bukan hanya orang dewasa yang melakukan kepada anak kecil, tetapi anak kecil pun bisa memperkosa anak kecil," kata Sonya.

Di sisi lain, Sonya pun merasa geram dengan perbuatan pelaku itu, karena aksi bejatnya dilakukan hampir setiap hari sejak pertengahan tahun 2020 lalu di saat korban sudah tak sadar.

"Rasanya pelaku-pelaku kekerasan seksual bisa dibilang seperti ada yang korslet kejiwaannya. Karena, kan, orang normal enggak mungkin bisa sekeji itu melakukan, terutama pada anak di bawah umur," ucapnya.

Sementara agar kejadian yang sama tidak terulang, pihaknya bersama DP2KBP3A KBB tengah mengkaji program gerakan perlindungan terhadap perempuan dan anak di Bandung Barat dan programnya akan dilaunching pada bulan ini.

"Program itu mulai dari edukasi agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Kita juga akan berkolaborasi dengan Polres dengan psikolog," kata Sonya.

Baca juga: Gadis di Bandung Barat Dibius Lalu Dirudapaksa Kakak Ipar, Dilakukan Sejak 2020, Polisi Bertindak

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved