Breaking News:

Siswa Korban Penganiayaan Senior Pramuka Diperintahkan Saling Pukul, yang Kuat yang Akan Jadi Pinsa

Mereka, semuanya tangguh tetapi pada akhirnya ternyata anak-anak mengalami lebam-lebam, sakit panas semuanya.

Penulis: Padna | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Andri M Dani
SMAN 1 Ciamis, Rabu (12/1/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Keluarga korban penganiayaan senior Pramuka di SMA Negeri Ciamis Jawa Barat minta pihak terkait serius menangani kasus yang menimpa anaknya.

Ani Susani, orangtua F, korban penganiayaan senior Pramuka itu merupakan siswa kelas X di sekolah tersebut.

F merupakan warga Desa Babakan, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kini, F menjalani perawatan medis di RSUD Pandega Pangandaran.

Orang tua korban, Ani Susani mengaku, sebelum kejadian yang menimpa anaknya Ia sempat komunikasi pada hari Kamis (6/1/2022).

"Terakhir komunikasi, anak saya minta restu. Bahwa, sebentar lagi saya (F) akan dilantik, dan mudah mudahan terpilih menjadi pinsa (pimpinan sangga)," ujarnya menirukan ucapan anaknya, saat ditemui sejumlah wartawan di RSUD Pandega Pangandaran, Rabu (12/1/2022) sore.

Kemudian, kata Ia, dari pihak sekolah, pada hari Kamis itu (6/1/2022) terakhir aktivitas dan tidak ada kegiatan lainnya lagi.

"Tapi, ternyata, setelah saya tahu kronologi cerita anak saya, pada hari Sabtu (8/1/2022) ternyata para senior oknum Pramuka ini mengadakan sebuah kegiatan," katanya. 

"Akhirnya, pada hari Sabtu (8/1/2022), ternyata, seluruh anak di sangga itu, 21 anggota disuruh membuat lingkaran, yang dinamakan lingkaran setan."

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved