Breaking News:

Enam Eksekutor Bentrok Berdarah Lahan Tebu PG Jatitujuh Akui Perbuatannya, Sidang Berjalan Cepat

Sidang perdana bagi enam terdakwa diduga eksekutor pembunuhan dalam bentrok berdarah lahan tebu PG Jatitujuh tidak keberatan dengan dakwaan dari JPU

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNCIREBON.COM/HANDHIKA RAHMAN
Proses persidangan eksekutor pembunuhan bentrok berdarah antar petani di lahan tebu PG Jatitujuh secara virtual di Pengadilan Negeri Indramayu, Rabu (12/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Sidang perdana bagi enam terdakwa diduga eksekutor pembunuhan dalam bentrok berdarah lahan tebu PG Jatitujuh tidak keberatan dengan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Hal tersebut terlihat dalam sidang perdana yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Indramayu, Rabu (12/1/2022).

Keenam terdakwa yang merupakan anggota Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F-Kamis) itu bahkan langsung mengakui perbuatannya saat JPU membacakan kronologi kejadian.

Kejadian bentrok berdarah tersebut sebelumnya terjadi di lahan tebu perbatasan Indramayu-Majalengka pada Senin (4/10/2021) lalu.

Ada dua orang petani asal Majalengka yang meninggal dunia akibat kejadian mengerikan tersebut.

"Tadi sudah disampaikan kronologi kejadiannya dan peristiwanya itu diakui oleh para terdakwa," ujar Kuasa Hukum terdakwa, Ruslandi kepada Tribuncirebon.com.

Adapun, sidang pada hari ini berlangsung cepat dengan tidak diajukannya keberatan dari pihak terdakwa maupun kuasa hukumnya.

Sidang tersebut bahkan hanya berlangsung sekitar 1 jam saja.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Indramayu, Fatchu Rochman menambahkan, karena JPU belum siap untuk menghadirkan saksi-saksi, maka sidang ditunda dan akan dilanjut pada 21 Januari 2022.

Dalam sidang lanjutan itu, selain menghadirkan saksi, juga akan dihadirkan alat bukti yang akan mendukung dakwaan dari PJU.

"Sidang dilanjut minggu depan pada Jumat 21 Januari 2022," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, dari sebanyak enam terdakwa itu didakwa dengan Pasal Alternatif.

Untuk 4 orang terdakwa di antaranya didakwa dengan Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan atau Pasal 170 KUHPidana tentang pengeroyokan atau Pasal 107 tentang perkebunan.

Lain halnya dengan 2 terdakwa lainnya, keduanya didakwa dengan Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan atau Pasal 170 KUHPidana tentang pengeroyokan. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved