Breaking News:

SOSOK Asep N Mulyana Kajati Jabar yang Tuntut Hukuman Mati untuk Herry Wirawan Si Ustaz Cabul

Herry Wirawan, guru pesantren yang merudapaksa santriwati di Bandung dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum dalam sidang Selasa (11/1/2022).

Editor: Ravianto
Tribun Jabar / Nazmi Abdulrahman
Kepala Kejati Jabar, Asep N Mulyana seusai sidang tuntutan untuk Herry Wirawan di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (11/1/2022) 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Herry Wirawan, guru pesantren yang merudapaksa santriwati di Bandung dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum dalam sidang Selasa (11/1/2022).

Jaksa Penuntut Umum yang diketuai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Asel N Mulyana ini meminta majelis hakim untuk menghukum mati Herry Wirawan serta menjatuhkan hukuman pidana tambahan yakni kebiri kimia dan mengumumkan identitasnya.

"Kami pertama, menuntut terdakwa dengan hukuman mati. Sebagai komitmen kami untuk memberikan efek jera pada pelaku," ujar Asep, sebagaimana diberitakan TribunJabar.id.

Terdakwa kasus rudapaksa 13 santriwati di Kota Bandung, Herry Wirawan saat ikuti sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Bandung di Jalan LLRE Martadinata Kota Bandung, Selasa (11/1/2022).
Terdakwa kasus rudapaksa 13 santriwati di Kota Bandung, Herry Wirawan saat ikuti sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Bandung di Jalan LLRE Martadinata Kota Bandung, Selasa (11/1/2022). (Humas Kejati Jabar)

"Kedua, kami juga menjatuhkan dan meminta hakim untuk menyebarkan identitas dan hukuman tambahan kebiri kimia," imbuhnya.Selain itu, JPU juga meminta majelis hakim untuk memutus Herry agar membayar denda Rp500 juta dengan subsider satu tahun kurungan, serta membayar restitusi kepada anak korban senilai Rp331.527.186.

JPU juga meminta hakim untuk membekukan, mencabut, dan membubarkan yayasan yatim piatu Manarul Huda, Madani Boarding School dan Pondok Pesantren Tahfidz Madani milik Herry Wirawan.

"Kami juga meminta denda 500 juta rupiah subsider satu tahun kurungan dan mewajibkan terdakwa membayar restitusi," beber Asep, dikutip dari TribunJabar.

"Yang selanjutnya digunakan untuk biaya sekolah bayi korban," tandasnya.

Tuntutan pada Herry tersebut sesuai Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Dan (5) jo Pasal 76 D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Profil Asep N Mulyana

Mengutip dari buku karyanya berjudul Deferred Presecution Agreement Dalam Kejahatan Bisnis, Asep N Mulyana lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat pada 14 Agustus 1969.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved