Breaking News:

Sejuta Vaksin Booster Disuntikkan kepada Warga di 10 Daerah di Jawa Barat Besok

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya lakukan percepatan pembentukan herd immunity melalui pemberian vaksinasi dosis ketiga atau booster.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Giri
freepik
Ilustrasi Vaksin Covid-19 - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya lakukan percepatan pembentukan herd immunity melalui pemberian vaksinasi dosis ketiga atau booster bagi masyarakat di kabupaten/kota. 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya lakukan percepatan pembentukan herd immunity melalui pemberian vaksinasi dosis ketiga atau booster bagi masyarakat di kabupaten/kota.

Meski pemerintah pusat baru melaksanakan mulai besok, namun di Jabar sudah dilakukan sejak 27 Desember 2021.

Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Dedi Supandi, mengatakan, berdasarkan data percepatan vaksinasi covid-19 Jawa Barat, sejak dilakukan akhir tahun lalu, hingga saat ini telah sebanyak 184 ribu dosis vaksin booster diberikan.

"Upaya ini akan terus berlanjut. Bahkan mulai besok, kami akan berikan sekitar 1.010.660 dosis vaksin bagi sejumlah target sasaran vaksinasi, yaitu TNI-Polri, pekerja kesehatan, serta pendidik dan tenaga kependidikan di 10 kabupaten/kota di Jawa Barat," ujar Dedi saat dihubungi melalui telepon, Selasa (11/1/2022).

Sepuluh kabupaten/kota tersebut meliputi Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Cimahi, Banjar, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Sumedang. 

Daerah-daerah tersebut, menurutnya, telah memenuhi syarat pemberian vaksinasi booster, yaitu mencapai pemberian vaksinasi dosis pertama di atas 70 persen dan dosis kedua di atas 60 persen. 

"Jadi besok tanggal 12 Januari, kami akan melakukan vaksinasi booster bagi 10 kabupaten/kota tersebut karena telah memenuhi syarat mendapatkan vaksinasi booster," ucapnya.

Dedi menuturkan, untuk stok ketersediaan vaksin di Jabar masih sangat mencukupi. Di antaranya untuk vaksin jenis Sinovac terdapat 1.010.660 dosis, Pfizer terdapat 78.160 dosis, Astrazeneca 51.300, dan Sinopharm mencapai 4.000 dosis.

Baca juga: Keputusan Presiden tentang Vaksinasi Booster dan Alasannya, Diberikan Mulai Besok

"Dari semua ketersediaan vaksin ini, kami telah membuat strategi perencanaan, di mana mulai besok (12/1/2022), untuk vaksin Sinovac akan fokus diberikan kepada anak-anak. Sedangkan untuk jenis vaksin lainnya akan diberikan bagi mereka yang akan melaksanakan vaksin booster," ujar Dedi.

Dedi mendorong, bagi daerah kabupaten/kota yang belum mencapai target syarat vaksin booster, agar segera melakukan percepatan pemberian vaksinasi dosis pertama dan kedua, sehingga mencapai target syarat yang telah ditetapkan.

"Bagaimana pun kewajiban pemerintah itu adalah mengejar tingkat kesehatan masyarakat untuk mencapai herd immunity, sehingga prioritas penggunaan vaksin dosis pertama dan kedua harus segera dilakukan," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved