Breaking News:

Polisi Panggil Orangtua 10 Siswa di Sukabumi yang Ketahuan Akan Tawuran, Ini Kata Kapolsek Citamiang

Hal tesebut dilakukan sebagai upaya pembinaan lebih lanjut oleh orang tuanya setelah dibina dan diberikan pengertian dampak akibat prilaku negatif.

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Dian Herdiansyah
Kapolsek Citamiang dan Satbinmas Polres Sukabumi Kota tengah melakukan pembinaan kepada 10 remaja yang di duga akan tawuran, Selasa (11/1/2022).   -- 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah. 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Polsek Citamiang Resort Sukabumi Kota, memanggil orangtua siswa atau 10 remaja yang hendak tawuran, Selasa (11/1/2022).

Hal tesebut dilakukan sebagai upaya pembinaan lebih lanjut oleh orang tuanya setelah dibina dan diberikan pengertian dampak akibat prilaku negatif.

"Orang tua mereka sudah kita panggil dan pertemukan dengan mereka, supaya mereka sadar dengan prilakunya," ujar Kapolsek Citamiang AKP Suwaji.

Pasca 10 remaja yang merupakan masih pelajar satu SMA tersebut, usai menerima bimbingan dari Kapolsek dan Binmas, langsung diserahkan kepada orang tuanya dan dibawa pulang.

"Semuanya sudah diserahkan dan dijemput langsung oleh orang tuanya, agar langsung pulang ke rumahnya masing-masing," jelas Suwaji.

Ada pun kendaraanya masih tetap diamakan oleh pihak Polsek Citamiang dan diminta semuanya untuk menunjukan bukti kepemilikannya.

"Nanti silahkan diambil dengan menunjukkan bukti surat kendarannya," pungkas Suwaji.

Sebelumnya, Kapolsek Citamiang, AKP Suwaji, mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka diduga akan melakukan tawuran.

Namun hal tersebut, secara cepat diantisipasi pihaknya (Polisi) berkat laporan warga sekitar yang mencurigainya.

"Kejadiannya sekitar pukul 02.00 WIB tadi, saat itu petugas piket menerima laporan dari warga terkait adanya sekelompok remaja yang akan melakukan tawuran," ujarnya.

Suwaji menerangkan, dari 10 remaja tersebut merupakan pelajar di salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Kota Sukabumi.

"Mereka satu sekolah. Setelah pemeriksaan kita berikan pembinaan terhadap mereka," ucapnya.

Ada pun kendaraan motor mereka gunakan, sementara kita amankan di Polsek untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Bagi Ranmornya (Kendaraan bermotor) diamankan petugas, harus dimabil dengan melengkapi surat-suratnya kepemilikannya," pungkas Suwaji.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved