Petani di Pangandaran Tanam Padi Ramah Lingkungan, Ini Keunggulan dan Keuntungan yang Didapat

Sejumlah petani di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran tanam padi ramah lingkungan.

Penulis: Padna | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Padna
Suasana saat panen padi ramah lingkungan di Pangandaran 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Sejumlah petani di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran tanam padi ramah lingkungan.

Padi ramah lingkungan ini, merupakan padi yang ditanam tanpa menggunakan pupuk kimia ataupun pestisida kimia.

Jenis padi yang digunakan pun bervariatif, ada jenis padi varietas ngaos dan bisa juga menggunakan jenis padi yang lainnya.

Hanya, karena padi ramah lingkungan, pupuk yang digunakan pun yaitu pupuk sejenis organik cair dan pupuk kompos organik.

Baca juga: Di Pangandaran, Harga Cabe Tak Lagi Pedas, Sudah Anjlok sampai 53 Persen dari Minggu Lalu

Salah satu petani, Tahmo menyampaikan, keunggulan padi ramah lingkungan itu, satu diantaranya udara dan air itu akan selalu sehat.

"Dan yang paling utama, tanah kita akan semakin subur serta hasilnya lebih unggul dibandingkan lainnya," ujarnya saat ditemui Tribunjabar.id disela sela panennya, Selasa (11/1/2022) pagi.

Untuk hasilnya, gabah kering pungut (sudah dirontok) itu bisa menghasilkan sekitar 9,7 ton per hektar.

"Namun, kalau dihitung ke gabah kering giling (sudah dijemur) itu bisa menghasilkan sekitar 8,2 ton perhektar," katanya.

Sementara untuk harganya, kata Ia, gabah kering itu sekitar Rp 6500 perkilogram dan harga berasnya mencapai Rp 12 ribu sampai Rp 15 ribu.

Dan pengolahan juga, mengurangi biaya produksi karena seperti pupuk yang digunakan juga menggunakan jenis pupuk organik.

Baca juga: Pria Aneh di Kuningan Bakar Motor Sendiri, Tak Terima Ditilang Karena Pelanggaran Ini

"Pupuk organik, kan di lingkungan kita banyak juga," ucap Tahmo.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Sutriaman menyampaikan, padi ramah lingkungan ini merupakan satu pionir di Pangandaran.

"Dan sudah beberapa kali ini, kelompok tani di Pangandaran menerapkan teknologi padi ramah lingkungan," ujarnya.

Dan ini, menurutnya, sudah diadopsi oleh sejumlah kelompok tani di daerah lainnya.

Ia berharap, kedepannya, para petani dapat mengaplikasikan teknologi padi yang ramah lingkungan.

"Dan terimakasih kepada kementrian pertanian yang telah mengarahkan programnya setiap tahun," ucap Sutriaman. *

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved