Breaking News:

Istri Ridwan Kamil Setuju Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati, Yakin Masih Banyak Korban Serupa

Atalia yang merupakan istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil ini mengatakan mengapresiasi semua pihak yang menangani kasus ini

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
Humas Kejati Jabar
Terdakwa kasus rudapaksa 13 santriwati di Kota Bandung, Herry Wirawan saat ikuti sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Bandung di Jalan LLRE Martadinata Kota Bandung, Selasa (11/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bunda Forum Anak Daerah Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil menyatakan sangat mengapresiasi tuntutan hukuman mati dan kebiri kimia kepada guru pesantren yang merudapaksa santriwati di Bandung, Herry Wirawan.

Herry Wirawan diketahui merudapaksa 13 santriwati dan para korban sudah melahirkan 8 bayi.

Istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atalia Praratya
Istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atalia Praratya (Humas Jabar)

"Tuntutan ini sudah mewakili kegeraman publik dan telah menjawab keinginan publik," katanya melalui ponsel, Selasa (11/1).

Atalia yang merupakan istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil ini mengatakan mengapresiasi semua pihak yang menangani kasus ini, terutama Kejaksaan karena sudah menyiapkan tuntutan seberat-beratnya, yakni hukuman mati dan kebiri kimia.

"Kami mengapresiasi aparat penegak hukum baik pihak kepolisian dan kejaksaan yang telah menangani kasus ini. Kami juga mengapresiasi kepada kejaksaan yang telah menyiapkan tuntutan hukuman yang berat dan adil," 

Ketua TP PKK Jabar ini mengatakan tuntutan terberat tersebut sangat penting karena bagi orang tua pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, tuntutan ini adalah yang paling memenuhi rasa keadilan bagi korban dan keluarga korban

"Dengan tuntutan dari pihak jaksa penuntut umum terhadap terdakwa diharapkan menjadi efek jera agar kasus serupa tak terulang lagi. Kita tetap perlu bersama mengawal proses persidangan sampai hakim menjatuhkan hukuman yang seadil-adilnya pada terdakwa," tuturnya.

Ia berharap penegak hukum juga menangani kasus serupa dengan cara yang sama dan tuntutan seperti ini. Harapannya masyarakat yang menjadi korban kejahatan kekerasan seksual untuk berani bersuara agar predator seks tidak merajalela.

"Nah yang paling penting adalah karena ini masih tuntutan, maka harus kita kawal bersama-sama agar bisa menjadi efek jera bagi pelaku lainnya. Jadi kalaulah selama ini banyak yang ketakutan, bisa untuk melapor," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved