Breaking News:

Ini Tata Cara Kebiri Kimia dan Syaratnya, Hukuman Tambahan yang Dituntutkan pada Herry Wirawan

Tuntutan itu dibacakan tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Jabar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Ravianto
shutterstock
ilustrasi kebiri kimia 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Herry Wirawan, guru pesantren terdakwa kasus pemerkosaan 13 santriwati di Kota Bandung dituntut hukuman mati dan kebiri kimia.

Tuntutan hukuman mati untuk Herry Wirawan yang tega merudapaksa santriwati itu dibacakan tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Jabar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung.

Terdakwa kasus rudapaksa 13 santriwati di Kota Bandung, Herry Wirawan saat ikuti sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Bandung di Jalan LLRE Martadinata Kota Bandung, Selasa (11/1/2022).
Terdakwa kasus rudapaksa 13 santriwati di Kota Bandung, Herry Wirawan saat ikuti sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Bandung di Jalan LLRE Martadinata Kota Bandung, Selasa (11/1/2022). (Humas Kejati Jabar)

JPU menyebut Herry Wirawan terbukti bersalah sesuai dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Dan (5) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Berdasarkan informasi yang dilansir Tribunjabar.id dari laman alodokter.com, pelaksanaan kebiri kimia di Indonesia tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 70 tahun 2020 mengenai Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak.

Peraturan tersebut secara khusus meningkatkan sanksi hukuman sebelumnya dan disertai dengan kebijakan rehabilitasi serta pemasangan alat deteksi elektronik sesaat setelah pelaku kejahatan seksual anak keluar dari penjara.

Alat pendeteksi elektronik yang digunakan bisa berupa gelang elektronik atau alat serupa. Alat deteksi tersebut akan dipasang selama kurang lebih 2 tahun.

Terkait rehabilitasi, hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memulihkan kondisi fisik, psikologis, sosial, dan spiritual pelaku sehingga mampu menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari secara wajar.

Pelaku akan diberikan tindakan rehabilitasi kejiwaan, sosial, dan rehabilitasi medis.

Dalam prosedur kebiri kimia, tidak ada tindakan menghilangkan salah satu organ reproduksi melalui pembedahan sebagaimana kebiri fisik.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved