Breaking News:

Evaluasi PTM Semester II di Kota Bandung, Kadisdik Bilang Cukup Saling Mengingatkan Jika Melanggar

Ada sebanyak 330 sekolah di Kota Bandung yang melaksanakan PTM 100 persen dan sisanya ada yang melaksanakan dengan kapasitas 50 persen dan 75 persen.

TRIBUNJABAR.ID/MUHAMAD NANDRI PRILATAMA
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pembelajaran tatap muka (PTM) semester dua di Kota Bandung telah dimulai sejak 10 Januari 2022.

Ada sebanyak 330 sekolah di Kota Bandung yang melaksanakan PTM 100 persen dan sisanya ada yang melaksanakan dengan kapasitas 50 persen dan 75 persen.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar menjelaskan evaluasi dari PTM hari pertama di Kota Bandung berjalan dengan lancar tanpa adanya pelanggaran-pelanggaran.

"Secara keseluruhan karena kami menyiapkan aplikasi laporan termasuk pemantauan oleh pengawas, pendidik termasuk pejabat di dinas pendidikan dan satuan pendidikan tidak ada hal-hal yang menonjol. Semuanya berjalan sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang telah ditetapkan dalam pedoman," katanya di SMP Taruna Bakti Jalan LLRE Martadinata, Selasa (11/1/2022).

Hikmat juga mengaku selanjutnya ada tahapan lain yang bersiap untuk melakukan PTM 100 persen, yakni kelompok simulasi 2 yang jumlahnya 1.677 sekolah.

Namun, katanya, terlebih dahulu diberikan kesempatan untuk mendaftar isi periksa dan akan dilakukan evaluasi dengan tim terpadu satuan pendidikan serta SKPD terkait.

"Jika diharapkan ada sekolah yang aspek kesehatannya mumpuni dengan syarat-syarat yang baik maka dari kapasitas 75 persen bisa menjadi 100 persen," ujarnya.

Mengenai sanksi bagi sekolah yang melanggar kapasitas siswa, Hikmat mengaku pihaknya cukup saling mengingatkan sebagai lembaga edukasi dan melakukan pendekatan lebih manusiawi juga persuasif.

Baca juga: PTM Hari Pertama di SMAN 5 Bandung, Pengantar Siswa Tak Boleh Melewati Gerbang Sekolah

"Kuncinya sih ada pada komunikasi. Segala sesuatu pasti ada solusi tergantung komunikasi dengan berbagai aspek," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved