Breaking News:

SOSOK R Soeprapto Mantan Jaksa Agung yang Kini Jadi Nama Jalan di Garut

Nama Jaksa Agung ke-IV Republik Indonesia, R Soeprapto, resmi menjadi nama satu jalan di kawasan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Giri
Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Neva Sari Susanti (kedua dari kiri), dan jajaran saat berfoto di depan pelang nama Jalan Jaksa Agung R Soeprapto di kawasan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Dok. Kejari Garut) 
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Nama Jaksa Agung ke-IV Republik Indonesia, R Soeprapto, resmi menjadi nama satu jalan di kawasan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Nama jalan tersebut diresmikan melalui Surat Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut, Nomor 171/KEP.26-DPRD/2021 tertanggal 8 November 2021.

Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Neva Sari Susanti, mengatakan, peresmian nama jalan menggunakan nama Jaksa Agung ke-4 RI tersebut sebelumnya merupakan usulan dari Kejaksaan Negeri Garut.

"Kami hargai jasa besar beliau dalam rintisan awal Kejaksaan Agung di Indonesia di awal-awal era kemerdekaan. Juga guna mendukung usulan pencalonan JA R Soeprapto sebagai pahlawan nasional," ujar Neva melalui liris yang diterima Tribunjabar.id, Senin (10/1/2022).

Sosok R Soeprapto dikenal sebagai sosok yang berani dalam penegakan hukum di Indonesia semasa jabatannya pada masa sebelum kemerdekaan hingga masa setelah Indonesia merdeka.

Pemberian nama jalan tersebut, menurut Neva, sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa R Soeprapto bagi bangsa dan negara.
Jaksa Agung ke-IV Republik Indonesia, R Soeprapto. (Dok. kejaksaan.go.id)
Jaksa Agung ke-IV Republik Indonesia, R Soeprapto. (Dok. kejaksaan.go.id) ()


Jalan Jaksa Agung R Soeprapto tersebut memiliki panjang 2,9 kilometer, dari Simpang Masjid Iqro hingga Simpang Tutugan Leles atau yang dikenal dengan Lingkar Leles.

"Jalan ini juga difungsikan sebagai jalan utama saat musim mudik atau momen besar tiba," ucap Neva.

R Soeprapto lahir pada tanggal 17 Maret 1896 di Trenggalek, Jawa Timur.
Dia menamatkan Europesche Lagere School (ELS) pada tahun 1914, kemudian melanjutkan ke Sekolah Hakim di Batavia dan menyelesaikan pendidikan di tahun 1920.

Dia mengawali karier di Landraaad atau Pengadilan untuk kaum Bumi Putera di Tulungagung dan Trenggalek yang kemudian dipindahkan ke berbagai kota lain, yakni Bandung, Surabaya, Samarang, Demak, Singaraja, Denpasar, Purworejo, Banyuwangi, hingga Mataram.

Setelah itu dia juga pernah menjabat di posisi penting lainnya seperti menjadi pengawas hukum di Karesidenan Besuki dan Kepala Pengadilan Karesidenan Pekalongan. (*)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved