Siswa yang Nongkrong dan Berkeluyuran Setelah PTM 50 Persen Bakal Dibubarkan Satpol PP Sumedang

atuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang bakal membubarkan pelajar yang berkeluyuran dan nongkrong selepas mengikuti PTMT 50 persen.

Tribun Jabar / Muhammad Syarif Abdussalam
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, melakukan kunjungan monitoring realisasi pelaksanaan vaksin serta meninjau kesiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMA Negeri 2 Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Senin (4/10/2021). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana.

TRIBUNAJABAR.ID, SUMEDANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang bakal membubarkan pelajar yang berkeluyuran dan nongkrong selepas mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 50 persen. 

"Benar, apabila ditemukan pelajar yang berkumpul usai PTM akan kita bubarkan dan disarankan untuk pulang ke rumah masing-masing," kata Plt Kasat Pol PP Sumedang, Deni Hanafiah kepada TribunJabar.id di Sumedang, Senin (10/1/2022). 

Selain itu, kata Deni, untuk mengantisipasi kerumunan pelajar usai mengkuti PTM, petugas Satuan Polisi Pamong Praja di seluruh kecamatan akan diterjunkan untuk melakukan pengawasan.

Baca juga: Ratusan Murid SD di Pangandaran Antusias Jalani Vaksinasi Covid-19 agar Segera PTM

Terlebih, petugas Satpol PP yang berada di wilayah Ganeas, Situraja, Darmarja, dan Wado. 

"Petugas di setiap kecamatan akan melakukan patroli kewilayahan," ucapnya. 

Meski begitu, lanjut dia, usai PTM di sekolah selesai, para pelajar diimbau segera pulang ke rumah masing-masing. Terlebih, kondisi saat ini masih pandemi COVID-19.

Baca juga: PTM 100 Persen Dimulai Hari Ini, Belajar di Sekolah Maksimal Enam Jam Perlajaran

"Pelajar diimbau untuk langsung pulang  ke rumah masing-masing usai PTM. Jangan ada istilah nongkrong," kata dia. 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved