Breaking News:

Sering Kesemutan? Jangan Sepelekan, Bisa Jadi Gejala Gangguan Syaraf Penyakit Serius

Kesemutan adalah hal lumrah yang dapat terjadi pada siapa saja. Tapi kesemutan juga bisa menjadi gejala suatu penyakit serius

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi kesemutan 

TRIBUNJABAR.ID - Kesemutan adalah hal lumrah yang dapat terjadi pada siapa saja. Tapi kesemutan juga bisa menjadi gejala suatu penyakit serius

Kesemutan merupakan salah satu gejala umum Neuropati diabetik atau gangguan saraf yang disebabkan oleh penyakit diabetes.

Meski begitu, kondisi ini seringkali tidak disadari sejak awal karena gejalanya yang masih dianggap remeh.

Baca juga: 10 Ciri-ciri Gula Darah Tinggi, Anda Wajib Mengenalinya Dari Badan Lemas Hingga Kaki Kesemutan

Dokter Konsultan Endokrinologi, Metabolik dan Diabetes, Dr dr Tri Juli Edi Tarigan Sp PD KEMD mengatakan, neuropati adalah kondisi gangguan saraf tepi dengan keluhan tertentu.

"Penyebabnya bisa beragam tapi yang paling banyak adalah karena kadar gula tinggi atau neuropati diabetik," kata Tri Juli saat webinar awam bertajuk ‘Diabetisi Fit di Era Pandemi yang diadakan PERKENI Jakarta dan P&G Health Indonesia belum lama ini.

Umumnya, neuropati diabetik gejalanya mulai dari kebas, kesemutan, mati rasa, nyeri, rasa tebal, rasa berpasir, rasa dingin, panas, terbakar, hingga yang paling berbahaya adalah hilangnya sensitivitas proteksi sehingga tidak bisa merasakan ketika terluka.

"Ini bisa mengakibatkan luka atau cidera yang dapat berujung pada amputasi,” katanya.

Baca juga: Sering Kesemutan? Coba Atasi dengan Cara Alami Berikut Ini, Cukup Pakai Rempah, Mudah Didapat

Tri Juli menambahkan, kebas dan kesemutan bisa jadi merupakan gejala awal dan tidak boleh diabaikan.

Jika berulang, sebaiknya segera periksa ke dokter, karena mungkin saja Anda tidak sadar sudah menderita diabetes dan sudah mengalami komplikasi.

"Deteksi dini akan membantu pasien mendapatkan penanganan sejak awal, sebelum terjadi kerusakan saraf yang semakin parah. Salah satu cara mengurangi gejala neuropati adalah dengan melakukan latihan fisik atau berolahraga, serta mengkonsumsi vitamin untuk saraf jika perlu,” kata dr Tri.

Baca juga: Mitos atau Fakta Urine Bau Pertanda Penyakit? Sering Pipis di Malam Hari Bisa Jadi Diabetes Tipe 2

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved