Ini Wajah Pelaku Pencabulan di Ponpes di Majalaya, Ternyata Dia Pimpinan Pesantren

Adapun modus yang dilakukan, kata Kusworo, dengan dalih mengisi tenaga dalam dari si pemilik atau pemimpin pesantren tersebut kepada santriwatinya.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Ravianto
Tribunjabar.id/Lutfi A Mauludin
Tersangka rudapaksa di salah satu pesantren yang ada di Kabupaten Bandung, ternyata merupakan pimpinan sekaligus pemilik pondok pesantren tersebut. Pria tersebut ditangkap polisi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tersangka rudapaksa di pesantren yang ada di Kabupaten Bandung, ternyata merupakan pimpinan sekaligus pemilik pondok pesantren tersebut.

Pimpinan pondok pesantren tersebut sudah melakukannya berulang kali.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, mengungkapkan, dugan tindak pidana pesetubuhan juncto subsider pencabulan ini dilakukan oleh saudara H (38).

"H ini adalah pemimpin ponpes, yang dilakukan kepada tiga santriwati yang ada di ponpes tersebut," ujar Kusworo, di Mapolresta Bandung, Soreang, Senin (10/1/2022). 

Menurut Kusworo, kejadian tersebut  mulai dari 2019 sampai dengan 2021.

Adapun modus yang dilakukan, kata Kusworo, dengan dalih mengisi tenaga dalam dari si pemilik atau pemimpin pesantren tersebut kepada santriwatinya.

"Kemudian yang bersangkutan para korban memijit si pemilik ponpes ini, dan berbalik si pemilik ponpes ini melakukan pijatan-pijatan kepada para korban. Berlanjut sampai dengan tindakan-tindakan dan perbuatan yang tak senonoh," kata dia.

"Dari situ, salah satu korban bercerita pada orang tuanya kemudian melaporkan kepada Polresta Bandung," tuturnya.

Dari situ, kata Kusworo, pihaknya melakukan pemeriksaan, menyita barang bukti, dan melakukan visum et repertum pada korban.

"Sehingga tidak sampai seminggu sudah, kami lakukan pengamanan terhadap H dan kami tetapkan statusnya sebagai tersangka," ujar dia.

Kusworo menjelaskan, sedangkan berkaitan dengan ketiga korban, pihaknya melakukan trauma healing.

"Kami lakukan terapi-trapi supaya jangan sampai berdampak buruk dan seterusnya terhadap yang bersangkutan,".

"Sejauh ini dari pemeriksaan dokter tidak ada korban yang hamil," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved