Belum Ada Kasus Omicron di Kota Bandung, Tren Kasus Covid-19 Masih Menurun

Kasus Covid-19 di Kota Bandung mengalami penurunan hingga 17 kasus terkonfirmasi per 10 Januari 2022. Sebanyak 17 kasus ini tersebar di 11 kecamatan

National Institutes of Health/AFP
Virus Corona varian Delta turunan AY.4.2 yang membuat Inggris dibanjiri kasus positif Covid-19 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kasus Covid-19 di Kota Bandung terus mengalami penurunan hingga di angka 17 kasus terkonfirmasi per 10 Januari 2022. Sebanyak 17 kasus ini pun tersebar di 11 kecamatan

Berdasarkan data dari pusat covid Kota Bandung, kasus terbanyak di satu kecamatan hanya empat kasus yakni di Kecamatan Arcamanik, disusul Kecamatan Cidadap tiga kasus, dan Sukajadi dua kasus.

Sisanya masing-masing satu kasus seperti Panyileukan, Mandalajati, Bojongloa Kaler, Cibeunying Kidul, Cibiru, Antapani, Kiaracondong, dan Lengkong.

Baca juga: Menko Airlangga Sebut Kasus Covid Terkendali, Tetap Waspada Sedikit Kenaikan

Sementara ada 19 kecamatan yang nol kasus, meliputi Sumur Bandung, Sukasari, Regol, Batununggal, Bojongloa Kidul, Bandung Kidul, Babakan Ciparay, Cibeunying Kaler, Coblong, Andir, Buahbatu, Cinambo, Bandung Kulon, Cicendo, Ujungberung, Bandung Wetan, Gedebage, Astanaanyar, dan Rancasari.

Satgas Covid-19 Kota Bandung melalui Kepala Dinas Kesehatannya, Ahyani Raksanagara pun menegaskan covid varian baru omicron masih belum terdeteksi sampai sekarang di Kota Bandung. Dia pun berharap tak pernah ada ditemukan varian baru itu.

"Ya jangan sampai ada. Dari hasil rapat terakhir di Jabar tak ada di Kota Bandung. Adanya itu di Indramayu, Kabupaten Bandung Barat, Subang, Karawang, Majalengka, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Sukabumi," katanya saat dihubungi, Senin (10/1/2022).

Ahyani berpesan kepada warga Kota Bandung untuk tetap waspada dan tak terlalu khawatir atau panik terhadap varian baru omicron. Terpenting, katanya, warga mesti disiplin menjalankan protokol kesehatan serta yang belum vaksin segera untuk vaksin.

"Tahan mobilitas dan interaksi yang tak perlu. Bismillah," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved