Masih Konflik, Keraton Kasepuhan Dipetisi Untuk Pindah ke Kuningan, Kenapa?

Kisruh Keraton Kasepuhan yang berlokasi di Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon belum berakhir. Ada petisi agar Keraton Kasepuhan pindah ke Kuningan

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Ahmad Imam Baehaqi
Segel yang dipasang di salah satu gerbang Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Selasa (17/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID,CIREBON - Kisruh Keraton Kasepuhan yang berlokasi di Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon belum berakhir.

Bahkan, daftar pihak yang merasa paling berhak mewarisi takhta yang ditinggalkan Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, justru semakin panjang.

Di antaranya, PRA Luqman Zulkaedin anak dari PRA Arief Natadiningrat yang dinobatkan sebagai Sultan Sepuh XV pada Agustus 2020.

Setahun berikutnya, Raharjo Djali yang bergelar Sultan Aloeda II juga melaksanakan jumenengan atau penobatan sebagai Sultan Keraton Kasepuhan.

Baca juga: Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon Kini Ada Tiga, Pangeran Wisnu Lesmana Gelar Jumenengan Siang Tadi

Selanjutnya Pangeran Wisnu Lesmana Nugraha putra dari Pangeran Ilen Seminingrat pun menggelar jumenengan pada Oktober 2021 yang bergelar Pangeran Jayawikarta II.

Selain itu, Santana Kasultanan Cirebon juga mendeklarasikan Raden Heru Rusyamsyi Arianatareja atau Pangeran Kuda Putih sebagai Sultan Keraton Kasepuhan dengan gelar Sultan Sepuh Jaenudin II Arianatareja pada akhir Desember 2021.

Usai deklarasi tersebut, Raden Hamzaiya selaku Sekretaris Buhun Santana Kasultanan Cirebon mengeluarkan petisi terkait konflik Keraton Kasepuhan.

Petisi itu berisi tentang pemindahan kekuasaan Keraton Kasepuhan ke Kabupaten Kuningan sebagai upaya penyelesaian kisruh pewaris takhta Keraton Kasepuhan.

"Setiap wargi memiliki hak yang sama guna mengetahui tata kelola Keraton Kasepuhan saat ini," kata Raden Hamzaiya melalui pesan singkatnya, Sabtu (8/1/2022).

Baca juga: Raharjo Djali Siap Perang Data Buktikan Diri Berhak Duduki Jabatan Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon

Ia mengatakan, petisi tersebut juga meminta pengosongan dan audit aset Keraton Kasepuhan yang diharapkan menjadi titik awal bagi pemerintah untuk turun tangan menyelesaikan polemik tersebut.

Menurut dia, konflik di Keraton Kasepuhan semakin menuai perhatian banyak pihak, sehingga penyelesaian persoalan itu pun digencarkan setelah deklarasi Sultan Sepuh Jaenudin II Arianatareja.

"Saya membuat petisi ini, karena banyak dugaan kesalahan dalam tata kelola Keraton Kasepuhan dan aset-asetnya," ujar Raden Hamzaiya.

Ia menyampaikan, pemindahan pusat Kesultanan Kasepuhan di bawah pimpinan Sultan Sepuh Jaenudin II Arianatareja ke Kuningan juga bukan tanpa alasan.

Pasalnya, hal tersebut bertujuan agar tradisi kesultanan dapat dilaksanakan di Kuningan selama pengosongan Keraton Kasepuhan dalam rangka audit oleh pemerintah.

"Kuningan merupakan wilayah kekrabatan atau famili keraton, ini prinsipnya sama saja seperti pemindahan Ibu Kota Indonesia," kata Raden Hamzaiya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved