Covid-19 Masih Belum Berakhir, 'Intimate Wedding' Diprediksi Jadi Tren Resepsi Pernikahan 2022

Di masa pandemi saat ini, banyak calon pengantin yang masih mengusung konsep intimate atau hanya mengadakan resepsi untuk keluarga saja.

Tribun Jabar/ Putri Puspita
pengunjung yang mengunjungi vendor jasa pernikahan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mengadakan resepsi pernikahan menjadi hal yang dinantikan oleh pasangan ketika menikah.

Namun di masa Pandemi Covid-19, kegiatan resepsi pernikahan sempat tidak diperbolehkan dan banyaknya pembatasan untuk menjaga penyebaran virus corona.

Hal ini membuat sektor penyedia jasa pernikahan paling terdampak selama pandemi.

Di masa PPKM level 2, usaha penyedia jasa pernikahan pun mulai berangsur bangkit.

Baca juga: Jadi Saksi Pernikahan Ketua Adat Kasepuhan Ciptagelar, Bupati Sukabumi Sebut Ini Amanat Abah Anom

Mercure Bandung City Center pun menghadirkan 'Intimate Wedding Showcase' yang menghadirkan berbagai vendor pernikahan seperti wedding organizer, fotografer wedding, event planner, dan perancang busana.

Executive Secretary Mercure Bandung City Center, Ratna Juanita mengatakan Intimate Wedding Showcase ini menjadi tempat para calon pengantin sebagai one stop place untuk mencari vendor pernikahan.

"Jadi semua penyedia jasa kita kumpulin disini daripada harus datang ke lokasi berbeda dalam mempersiapkan pernikahan,"ujar Ratna saat ditemui, Jumat (7/1/2022).

Ratna mengatakan di masa pandemi saat ini, banyak calon pengantin yang masih mengusung konsep intimate atau hanya mengadakan resepsi untuk keluarga saja.

Di Mercure Bandung City Center, kata Ratna, terdapat dua lokasi yang bisa jadi pilihan untuk tempat menikah.

"Untuk outdoor ada Skyview yang mampu menampung 100 orang dan indoor ada Bima Ballroom yang menampung 1000 orang," ujarnya.

Berada di lantai 15, Skyview mengusung konsep semi open air, sehingga acara resepsi tidak perlu khawatir untuk kehujanan dan kepanasan.

Konsep intimate bagi calon mempelai juga banyak dipilih oleh klien dari Wedding Organizer, Ravio.

Owner Ravio, Hirra Ralfadini mengatakan hotel menjadi pilihan karena merasa lebih aman.

Baca juga: Hadiri Pernikahan Guru, Murid-murid TK di Pangandaran Naik ke Pelaminan Bawa Perabotan Rumah

"Kalau di hotel protokol kesehatan sudah dijaga ketat sejak pintu masuk mulai dari scan aplikasi peduli lindungi, cek suhu tubuh, hingga jaga jarak," ujarnya.

Hal ini pun memudahkan para wedding organizer dalam membuat acara dalam pernikahan.

"Untuk tren 2022 masih mengusung konsep intimate karena mengutamakan kebiasaan normal baru yang masih terbagi menjadi beberapa sesi untuk tamu undangan," ujarnya.

Hirra berharap wedding organizer akan terus membaik karena para pelaku jasa pernikahan dalam prosesnya melibatkan banyak orang, hingga petani bunga.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved