Persib Bandung
BERITA PERSIB MALAM, Penampilan Bruno dan David Masih Amburadul, Robert Harus Lakukan Ini
Penampilan duet David da Silva dan Bruno Cantanhede saat Persib Bandung menekuk Persita Tangerang di pekan ke-18 Liga 1 dinilai belum memuaskan.
Penulis: Cipta Permana | Editor: Giri
Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penampilan duet David da Silva dan Bruno Cantanhede saat Persib Bandung menekuk Persita Tangerang di pekan ke-18 Liga 1 2021-2022 dinilai belum memuaskan.
Laga berlangsung di Stadion Gelora Ngurah Rai, Denpasar, Jumat (7/1/2022) malam.
Meski, Persib menang 1-0 berkat gol Bruno. Pemain yang baru pertama tampil di kompetisi Indonesia itu membobol gawang Persita lewat titik putih di menit 33.
Pada laga itu, Bruno tak tampil penuh.
David da Silva yang bermain penuh selama 90 menit hanya mampu menciptakan beberapa peluang.
Sedikitnya empat sepakan mengarah gawang mampu dihasilkan pemain kelahiran Brasil, 12 November 1989 lalu tersebut.
Dia melakukan enam percobaan.
Pengamat sepak bola Dani Wihara menilai, penampilan debut dari duet bomber baru Persib Bandung secara umum belum memuaskan.
"Mungkin karena masih dibutuhkan lebih banyak adaptasi untuk dapat menyatu dalam tim dan juga atmosfer kompetisi Indonesia," ujar Dani Wihara saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (8/2/2022).
Menurutnya, meskipun berasal dari budaya dan bahasa yang sama yaitu, Brasil, keduanya masih belum mendapatkan kepaduan dalam permainan.
Bahkan, penampilan keduanya yang beberapa kali kerap tumpang-tindih dalam peran sebagai ujung tombak.
Padahal dalam strategi dan formasi 4-2-3-1 yang diterapkan pelatih Robert Alberts, posisi keduanya berbeda.
David da Silva sebagai penyerang, sedangkan Bruno Cantanhede sebagai gelandang sayap kiri.
"Dalam pertandingan semalam juga berapa kali Bruno justru lebih sering menggiring bola sendiri ke kotak penalti lawan dan melepaskan tendangan langsung ke arah gawang. Padahal seharusnya sebagai winger, dia bertugas mengirimkan umpan matang kepada David yang berperan sebagai ujung tombak," ucap Dani.
Menurutnya, evaluasi permainan bukan hanya untuk kedua pemain baru tersebut, tetapi juga semua pemain.
Agar percobaan-percobaan menciptakan peluang meraih gol yang tidak efektif dari tendangan luar kotak penalti dapat diminimalisasi.
Harusnya, menurutnya, Persib memperbanyak umpan pendek satu dua sentuhan di depan gawang lawan.
Dani pun berharap, dengan gaya permainan yang dimiliki Bruno Cantanhede dan David da Silva, dia menyarankan Robert menempatkan mereka sebagai ujung tombak kembar.
Sedangkan, peran gelandang sayap kiri diberikan kepada Frets Butuan atau Esteban Viscara, selama belum dapat bermainnya Ezra Wallian. (*)