Tinjau Vaksinasi di Soreang, Kapolri Sebut Vaksin Bisa Ringankan Dampak Covid-19 Varian Omicron

Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kini dihadapkan dengan virus varian baru omicron. "Setiap hari terus meningkat, masyarakat yang sudah divaksinpun

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/LUTFI AHMAD MAULUDIN
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau vaksinasi di Dome Balerame, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (7/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Setelah penularan Covid-19 terkendalikan dan melandai, kini virus varian baru sudah mulai masuk ke Indonesia, yakni varian omicron.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kini dihadapkan dengan virus varian baru omnicron.

"Setiap hari terus meningkat, masyarakat yang sudah divaksinpun terkena varian baru ini. Sehingga ini menjadi tantangan bagi kita, bahwa vaksinasi harus dipercepat," kata Listyo, setelah meninjau vaksinasi di Dome Balerame, Soreang, Jumat (7/1/2022).

Listyo menjelaskan, sebab hasil pemeriksaan terhadap masyarakat yang sudah divaksin, dan terkena varian baru maka gejala yang didapatkan, rata-rata gejala ringan.

"Artinya, vaksin betul-betul bisa memberikan perlindungan kepada masyarakat terhadap varian yang ada, baik varian delta maupun varian omicron, atau varian lainnya," kata Listyo.

Menurutnya, maka vaksinasi tersebut harus dilakukan.

"Alhamdulillah selama hampir 167 hari, kita bisa mempertahankan angka covid dan bisa kita dikendalikan," tuturnya.

Hal tersebut, menurutnya, atas kerja keras seluruh elemen, stakeholder, mulai dari TNI Polri, Pemda, dinkes, relawan, sehingga akselerasi vaksinasi betul- betul bisa dilaksanakan dengan baik.

"Hasilnya sampai saat ini hari ke 167 angka covid bisa dikendalikan, dan ini menjadi modal besar bagi kita untuk kemudian bisa mendorong ketertinggalan. Masyarakat dan pengusaha bisa melaksanakan aktivitas, perekonomian bisa berjalan kita harapkan bisa terjadi lompatan terhadap pertumbuhan ekonomi yang ada," ujar dia.

Listyo mengatakan, melihat dibeberapa negara angka keterpaparan Covid-19 nya, terus meningkat.

"Alhamdulillah Indonesia, kita bisa mempertahankan di kondisi ini, tentunya harus dijaga dengan kewaspadaan. Tetap prokes meskipun sudah vaksin karena dua hal tersebut menjadi kunci utama, kita tetap waspada jangan abai dan jangan lemah," ucap Kapolri.

Apresiasi buat Kabupaten Bandung

Sigit mengaku, kedatangannya untuk  melakukan pengecekan terhadap kegiatan vaksinasi, Kabupaten Bandung. Ia juga menyempatkan menyapa peserta vaksinasi.

"Per hari kemarin, (vaksinasi di Kabupaten Bandung) sudah mencapai 70 persen, tentunya saya berikan apresiasi," ujar Sigit, setelah meninjau kegiatan vaksinasi tersebut.

Sigit mengatakan, hari ini kegiatan di Dome Balerame, sebanyak 3000 masyarakat yang divaksin, terdiri dari masyarakat umum, lansia, dan anak-anak usia 6-11 tahun.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Kapolda Jabar Irjen Suntana (kedua dari kiri) dan Bupati Bandung Dadang Supriatna (ketiga dari kanan) seusai meninjau vaksinasi di Dome Balerame, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (7/1/2022).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Kapolda Jabar Irjen Suntana (kedua dari kiri) dan Bupati Bandung Dadang Supriatna (ketiga dari kanan) seusai meninjau vaksinasi di Dome Balerame, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (7/1/2022). (TRIBUNJABAR.ID/LUTFI AHMAD MAULUDIN)

"Bagi kami antusias masyarakat yang diperlihatkan hari ini, tentunya ini menjadi keyakinan bagi kami bahwa di Kabupaten Bandung vaksinasinya ke depan akan jauh lebih baik, khususnya lansia dan anak-anak," kata Sigit.

Sebab kata Sigit, pemerintah saat ini telah memberikan kebijakan untuk pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

"Tentunya untuk bisa melaksanakan PTM 100 persen dan kemudian vaksinasi anak, maka target vaksinasi masyarakat umum harus 70 persen dan lansia 60 persen harus terpenuhi," kata Sigit.

Hal tersebut, kata Sigit, tentunya menjadi sangat penting bagi anak-anak karena selama dua tahun anak-anak  kehilangan kesempatan untuk belaajar tatap muka.

"Tentunya ada beberapa kemunduran terkait dengan hasil survey, yang saat ini menjadi perhatian kita semua," ucap Kapolri.

Sigit mengungkapkan, semua ingin anak bisa  segera melaksanakan tatap muka, namun di sisi lain, harus yakin bahwa anak-anak sudah dibekali dengan vaksinasi sehingga memiliki imunitas dan kekebalan tubuh.

"Sehingga pada saat melaksanakan kegiatan belajar aman, dan tidak menjadi carrier pada saat kembali bertemu dengan orang tua, nenek, atau, kakek yang juga memiliki posisi rawan apabila tidak diberikan imunisasi atau vaksinasi," ujarnya.

Sigit mengungkapkan,  tetap terapkan protokol kesehatan meskipun sudah vaksin karena dua hal tersebut menjadi kunci utama.

"Kita tetap waspada jangan abai dan jangan lemah," kata Kapolri. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved