Nasib Aipda Roni Syahputra, Polisi Pelaku Rudapaksa dan Perampasan Nyawa Dua Gadis di Medan

Nama Aipda Roni Syahputra sempat viral dalam kasus perampasan nyawa Rizka Fitria (21) dan AC (13) pada awal 2021.

TRIBUN-MEDAN.com/HO
Aipda Roni Syahputra, pelaku rudapaksa dan perampasan nyawa RF (21) dan AC (13). 

TRIBUNJABAR.ID- Upaya banding, Aipda Roni Syahputra, ditolak Pengadilan Tinggi (PT) Medan. Alhasil, polisi pelaku perampasan nyawa dua gadis di Medan itu tetap dihukum mati.

Nama Aipda Roni Syahputra sempat viral dalam kasus perampasan nyawa Rizka Fitria (21) dan AC (13) pada awal 2021.

Rizka dan AC yang masih di bawah umur dibunuh di kediaman pelaku. Aipda Roni Syahputra membekap wajah kedua korban menggunakan bantal.

Sebelumnya, Aipda Roni Syahputra mencoba merudapaksa Rizka di sebuah hotel, tapi batal karena korban saat itu sedang datang bulan.

Selanjutnya, sang anggota polisi malah melampiaskan nafsunya pada AC. Setelah itu, ia membunuh kedua korban.

Baca juga: Janji Ungkap Kasus Subang Awal Tahun, Kapan Polisi Sebut Tersangka Perampasan Nyawa Tuti dan Amalia?

Pada Rabu (7/1/2022), majelis hakim PT Medan menguatkan putusan pengadilan tingkat pertama yang memvonis Aipda Roni dengan pidana hukuman mati.

Ia dihukum mati berdasarkan vonis Pengadilan Negeri (PN) Medan pada 11 Oktober 2021.

Upaya bandingAipda Roni melalui penasihat hukumnya agar terlepas dari pidana mati pun kandas.

“Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Medan tanggal 11 Oktober 2021 Nomor 1554/Pid.B/2021/PN Mdn yang dimintakan banding tersebut,” bunyi putusan tersebut.

Putusan nomor 1977/Pid/2021/PT MDN tertanggal 30 Desember 2021 itu dibacakan majelis hakim yang diketuai Wayan Karya, dibantu hakim anggota Henry Tarigan dan Krosbin Lumban Gaol.

Majelis hakim menilai Aipda Roni Syahputra terbukti bersalah melakukan perampasan nyawa.

Baca juga: FOTO-foto Sketsa Pelaku Kasus Subang, Ada yang Kenal? Ini Ciri Pelaku Perampasan Nyawa Amalia & Tuti

Sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 340 KUHPidana jo pasal 65 KUHPidana.

“Menetapkan terdakwa tetap ditahan,” kata hakim dilansir tribunmedan.com dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Medan.

Kronologi Perampasan Nyawa

Halaman
123
Sumber: Surya
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved