Breaking News:

Disdik dan Kemenag Kota Cirebon Susun Draf PTM 100 Persen, Diawali Tingkat SMP - MTs

Hingga kini keputusan dibukanya PTM 100 persen bagi siswa-siswi SMP dan MTs di Kota Udangitu juga belum final.

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Komisi III DPRD Kota Cirebon saat monitoring PTM terbatas di SMPN 1 Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (17/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon tengah menyusun draf tentang pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen atau diikuti seluruh siswa.

Analis Peserta Didik Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Ade Cahyaningsih, mengakui draf tersebut disusun bersama Kemenag Kota Cirebon.

Sebab, menurut dia, Disdik dan Kemenag sepakat bahwa PTM 100 persen akan dimulai untuk jenjang SMP dan MTs negeri maupun swasta di Kota Cirebon.

Baca juga: PTM di Kota Bandung Belum Jelas, Penjualan Seragam Sekolah Masih Minim

"SMP dan MTs kewenangannya langsung di bawah Disdik serta Kemenag Kota Cirebon, kalau SMA di provinsi," ujar Ade Cahyaningsih saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (6/1/2022).

Ia mengatakan, hingga kini keputusan dibukanya PTM 100 persen bagi siswa-siswi SMP dan MTs di Kota Udang juga belum final.

Pasalnya, hal itu menunggu hasil rapat koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 Kota Cirebon yang rencananya digelar pada Jumat (7/1/2022) besok.

Namun, jika hasil rapat tersebut memutuskan PTM 100 persen dibuka maka teknisnya tidak jauh berbeda dengan kegiatan belajar mengajar (KBM) sebelum pandemi Covid-19.

"Yang membedakan adalah penerapan protokol kesehatan ketat saat KBM berlangsung dan di seluruh areal sekolah," kata Ade Cahyaningsih.

Ade menyampaikan, nantinya KBM digelar dari Senin hingga Jumat dan durasi setiap hanya berlangsung maksimal selama enam jam.

Baca juga: Saran IDAI Terkait PTM di Tengah Merebaknya Omicron di Indonesia

Selain itu, seluruh siswa dan guru yang mengikuti PTM terbatas juga wajib sudah menjalani vaksinasi Covid-19 serta pelaksanannya menyesuaikan jumlah kelas.

Pihaknya juga menyerahkan sepenuhnya pengawasan protokol kesehatan selama PTM 100 persen berlangsung kepada masing-masing sekolah.

"Seluruh sekolah yang melaksanakan PTM terbatas didorong membentuk Satgas Covid-19 untuk mengawasi penerapan prokesnya," ujar Ade Cahyaningsih.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved