PPKM Kota Cirebon Naik ke Level 2 Meski Tidak Ada Penambahan Kasus, Ini Alasannya

Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Cirebon naik dari level satu menjadi level dua.

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Cirebon naik dari level satu menjadi level dua.

Hal itu berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 1 Tahun 2022 yang tertanggal Senin, 3 Januari 2022.

Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi, memperkirakan, naiknya level PPKM Kota Cirebon dipengaruhi minimnya tracing, testing, dan treatment (3T).

Baca juga: Tahun Baru, Ciamis Masuk PPKM Level 1, Begini Kondisi Warga Dengan Munculnya Covid-19 Varian Omicron

Padahal, menurut dia, minimnya tracing di Kota Udang disebabkan tidak adanya penambahan kasus konfirmasi Covid-19 dalam beberapa hari terakhir.

"Kalau tracing di bawah 14 orang dianggap terbatas, sehingga memengaruhi leveling PPKM," ujar Agus Mulyadi saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Rabu (5/1/2022).

Ia mengatakan, pemerintah pusat menjadikan tracing sebagai indikator utama dalam menentukan level PPKM di suatu daerah.

Karenanya, PPKM Kota Cirebon pun naik ke level dua meski tidak ada penambahan kasus, BOR dan kematian kasus konfirmasi Covid-19 nol.

"Jadi, kami tidak melakukan tracing karena kasusnya juga nol. Beberapa waktu lalu (tracing) gencar karena bagian dari evaluasi PTM terbatas," kata Agus Mulyadi.

Baca juga: Izin Pembelajaran Tatap Muka 100% di Jabar Ditentukan Oleh Dua Hal Ini, Salah Satunya Level PPKM

Pihaknya bakal mencocokkan data tracing dari pemerintah pusat dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon untuk memastikan apakah tracingnya nol atau tidak.

Namun, Agus menilai seharusnya tracing tetap berjalan karena orang-orang yang bepergian di masa libur Natal dan Tahun Baru 2022 diswab test.

"Ini yang dievaluasi, datanya tidak masuk atau seperti apa, karena pemeriksaan laboraturium tetap berjalan dari orang yang melakukan perjalanan," ujar Agus Mulyadi.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved