Harga Telur di Sumedang Masih Melambung Tinggi
Harga telur ayam di Kabupaten Sumedang mencapai Rp30 ribu per kilogram. Disnakan Sumedang menyebut harga ini cukup memberatkan masyarakat.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Mega Nugraha
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana.
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Harga telur ayam di Kabupaten Sumedang mencapai Rp30 ribu per kilogram. Disnakan Sumedang menyebut harga ini cukup memberatkan masyarakat.
Namun demikian, Disnakan masih mencari penyebab naiknya harga telur ini. Dinas baru akan mengecek ke sejumlah perusahaan produsen telur ayam yang beroperasi di Sumedang.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang, Nandang Suparman mengatakan naiknya harga telur ayam di pasaran dimungkinkan bersifat sementara, seiring dengan momentum Natal dan Tahun baru.
Baca juga: Turun Rp 4 Ribu, Harga Telur di Cianjur Masih Terbilang Tinggi, Ini Penjelasan Pedagang
"Mudah mudahan perusahaan besar seperti PT Charoen Pokhpand bisa meminimalisir harga, hingga kembali normal. Nanti kami cek penyebabnya di mana," kata Nandang saat diwawancarai TribunJabar.id di Desa Genteng, Sukasari, Sumedang, Rabu (5/1/2022).
Harga telur biasanya di kisaran Rp23 ribu atau paling mahal Rp26 ribu. Namun kata Nandang, sesungguhnya urusan harga merupakan kebijakan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
"Dinas kami hanya menangani di budidaya telur saya," katanya.
Baca juga: Berani Vaksinasi, Dua Bocah ini Disawer Cuan Banyak dari Bupati Sumedang
Nandang mengatakan, bersama Diskopperindag Sumedang, Diskannak akan menelusuri jalur distribusi telur. Sebab disinyalir ada satu atau dua pihak yang menguasai jalur dan memainkan harga.
"Kita ke pasar nanti, mungkin bekerja sama dengan Disperindag, mengecek keterkaitan dengan barang di pasar," ujar Nandang.
"Mungkin ada yang menguasai jalur distribusi telur. Ini bukan perkara sederhana, ada mayoritas," kata Nandang, menambahkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/harga-telur-di-pangandaran-26122021.jpg)