Breaking News:

Tarif Kunjungan Puskesmas Naik, Dinkes Kabupaten Cirebon Targetkan Retribusi Mencapai Rp 2 Miliar

Tarif kunjungan ke Puskesmas se-Kabupaten Cirebon naik 150 persen. Hal itu dikarenakan peralihan status 60 Puskesmas di Kabupaten Cirebon

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Darajat Arianto
Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Sekretaris Dinkes Kabupaten Cirebon, Edi Susanto 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Tarif kunjungan ke Puskesmas se-Kabupaten Cirebon naik 150 persen dari Rp 4 ribu menjadi Rp 10 ribu.

Hal itu dikarenakan peralihan status 60 Puskesmas di Kabupaten Cirebon dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Edi Susanto, menargetkan capaian retribusi pada tahun ini senilai Rp 2 miliar.

Namun, menurut dia, target tersebut tidak hanya berasal dari kunjungan Puskesmas, namun termasuk berbagai retribusi dinas dan lainnya.

"Kami yakin target ini akan tercapai meski potensi retribusi kunjungan Puskesmas juga berbeda di setiap wilayahnya," ujar Edi Susanto saat ditemui di Dinkes Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Muria, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (4/1/2022).

Ia mengatakan, keuntungan alih status menjadi BLUD juga berada di fleksibilitas pengelolaan masing-masing Puskesmas di Kabupaten Cirebon.

Saat ini, peralihan status dan kenaikan tarif kunjungan Puskesmas juga telah ditetapkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 157 Tahun 2021.

Bahkan, pihaknya pun sounding ke DPRD Kabupaten Cirebon sebelum memberlakukan kebijakan tersebut dan dipastikan tidak ada masalah.

"Alhamdulillah, dari sounding kemarin enggak ada kendala, semoga ke depannya juga berjalan lancar seperti biasanya," kata Edi Susanto.

Edi menyampaikan, peralihan status menjadi BLUD juga telah melalui proses panjang sejak beberapa tahun terakhir dan studi banding ke beberapa daerah.

Dari hasil merumuskan dokumen BLUD yang menetapkan 21 indikator untuk peralihan status dari UPTD, salah satu di di antaranya adalah penyesuaian tarif kunjungan Puskesmas.

"Kenaikan tarif ini wajar, karena melihat Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) sehingga diputuskan naik menjadi Rp 10 ribu," ujar Edi Susanto. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved