Breaking News:

Peternak Ayam Petelur Nikmati Harga Telur yang Tinggi, Kerugian Selama 1,5 Bulan Sudah Tertutupi

Kenaikan harga telur ayam yang meroket tinggi sampai Rp 28.000-Rp 30.000 per kg, menjadi berkah tersendiri bagi peternak ayam petelur di Ciamis.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Irvan Maulana
Peternak ayam petelur 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Kenaikan harga telur ayam yang meroket tinggi sampai Rp 28.000-Rp 30.000 per kg selama sepuluh hari menjelang tutup tahun 2021, menjadi berkah tersendiri bagi peternak ayam petelur di Ciamis.

Para peternak meraup untung dan berhasil menutupi kerugian yang diderita selaam 1,5 bulan saat harga jatuh sampai ke angka Rp 14.000 per kg bulan Agustus dan September lalu.

“Alhamdulillah selama sepuluh hari kemarin ada keuntungan yang lumayan. Bisa menutup kerugian yang terjadi selama 1,5 bulan waktu harga jatuh bulan September lalu,” ujar H Saeful Uyun, peternak ayam petelur di Dusun Desa Rt 03 RW 05 Desa Mangkubumi, Kecamatan Sadananya, Ciamis kepada Tribunjabar.id, Selasa (4/1).

H Saeful Uyun memiliki 4 kandang dengan kapasitas total 7.000 ekor ayam petelur. Setiap hari menghasilkan  rata-rata  8 peti telur (sekitar 120 kg, tiap peti berisi 15 kg telur).

Telur-telur tersebut dipasok memenuhi kebutuhan pasar Ciamis dan Sadananya. “Sebagian juga ada yang dijual ke Bandung.” Katanya.

Saat harga telur jatuh sampai Rp 14.000 per kg pada bulan September lalu, H Saeful Uyun sempat melakukan pengafkiran dini ( menjual ayam yang mulai kurang produktivitas telurnya) guna mengurangi beban kerugian. Mengingat biaya pokok produksi (HPP/BPP/BEP) mencapai Rp 18.000 per kg.

“Waktu harga jatuh bulan September lalu, memang sempat lakukan afkir dini, Maksudnya untuk mengurangi beban kerugian,” ujar H Saeful.

Dengan melesat tajamnya kenaikan harga telur menjelang tutup tahun 2021 lalu, terutama akibat permintaan besar-besar untuk bansos (BPNT) menurut H Saeful Uyun menjadi berkah tak terkira bagi para peternak.

“Selama sepuluh hari, harga di kandang sampai Rp 28.000 per kg. Alhamdulillah untungnya bisa menutupi kerugian waktu bulan September lalu,” katanya.

Memasuki tahun baru 2022 menurut Saeful Uyun harga telur di tingkat peternak kembali turun anjlok.  Tapi masih lumayan, dua hari ini harga telur di kandang dikisaran Rp 24.000-Rp 25.000 per kg,” ujar Saeful  Uyun.

Meski sekarang ada penurunan harga telur, namun Saeful Uyun memperkirakan sebulan ke depan harga telur tetap akan di atas biaya pokok produksi (HPP/BPP/BEP).

 “Kalaupun turun paling dikisaran Rp 22.000 per kg,” katanya.

Sebelumnya, H Kuswara Suwarman pengelola peternakan Tanjung Mulya Grup Panumbangan Ciamis menyebutkan harga telur di tingkat peternak selama dua hari terakhir di Ciamis dikisaran Rp 24.000 per kg.

“Itu di kandang, kalau dijual di pasar, normalnya sekitar Rp 26.500 per kg. Ada risiko ongkos transportasi dan risiko pecah,” ujar H Kuswara kepada Tribun. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved