Breaking News:

Nyamuk Aedes Aegypti Cepat Berkembang, Anak Kepala Desa Terjangkit Demam Berdarah Tapi Diduga Typhus

Sebanyak lima warga di Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, terjangkit demam berdarah seorang anak terpaksa dirawat di rumah sakit

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Petugas melakukan penyemprotan di Cianjur. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sebanyak lima warga di Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, terjangkit demam berdarah, seorang anak terpaksa dirawat di rumah sakit akibat menderita demam, Selasa (4/1/2022).

Kepala Desa Maleber, Deden Jamaludin, mengatakan pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan mem-fogging empat titik yang warganya terjangkit demam berdarah.

"Laporan masuk ke desa, oleh karena itu kami langsung melakukan fogging di empat titik dimana warganya terjangkit demam berdarah," ujar Deden di kantor Desa Maleber.

Deden mengatakan, musim pancaroba peralihan dari musim hujan ke musim kemarau disinyalir menjadi cepatnya nyamuk demam berdarah berkembang.

Oleh karena itu pihaknya mengimbau kepada semua warga untuk waspada dan melakukan 3M yakni menguras, mengubur, dan menutup bak serta penampungan air untuk meminimalisir pertumbuhan jentik nyamuk Aedes Aegypti.

Kepala desa mengatakan, anaknya juga terjangkit demam berdarah, namun hasil laboratorium masih abu-abu antara demam berdarah dan penyakit typhus.

"Hari ini anak saya baru pulang setelah dirawat karena diduga demam berdarah," ujar Deden.

Deden mensinyalir pertumbuhan nyamuk akan terus berkembang seiring pancaroba antara musim hujan ke musim kemarau dalam pekan ini.

"Beberapa hari ini tak ada turun hujan, genangan air sisa musim hujan menjadi sarang nyamuk, kami imbau semua warga untuk melakukan bersih-bersih," ujar Deden. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved