4.050 Gugatan Cerai Masuk ke Pengadilan Agama Cianjur selama 2021, Mayoritas Penggugat Perempuan

Gugatan mayoritas dilakukan oleh kaum perempuan. Penyebabnya dikarenakan faktor ekonomi dan sebagian kecilnya faktor pihak ketiga atau selingkuh.

ist
Ilustrasi perceraian 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sebanyak 4.050 perkara gugatan cerai masuk ke Pengadilan Agama Kabupaten Cianjur sepanjang tahun 2021 kemarin.

Gugatan mayoritas dilakukan oleh kaum perempuan. Penyebabnya dikarenakan faktor ekonomi dan sebagian kecilnya faktor pihak ketiga atau perselingkuhan.

Ria Pertiwi (33) asal Desa Cihaur, Kecamatan Cibeber, mengatakan, dirinya terpaksa harus bercerai dengan suaminya karena dinilai terlalu sering mendapatkan perlakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Baca juga: Anggota DPR RI Soroti Masalah Sosial di Indramayu, Kasus Perceraian Hingga Trafficking Masih Tinggi

"Saya mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Cianjur ini karena sudah tidak tahan dengan perlakuan suami di rumah," kata Ria, Senin (3/1/2022).

Ria mengatakan, pengajuan gugatan kurang lebih sudah hampir satu bulan.

"Sekarang lagi nunggu antrean untuk mengambil akta cerai dari Pengadilan Agama," katanya.

Hal senada dikatakan AE (26), asal Kecamatan Sukaluyu.

AE mengatakan, baru mendatangi kantor Pengadilan Agama Cianjur untuk melakukan gugatan cerai terhadap suaminya yang dinilai sudah tidak harmonis penyebabnya selain kekerasan, juga faktor ekonomi.

"Saya baru datang hari ini, Senin (3/1/2022) ke PA Cianjur untuk melakukan gugatan perceraian," kata AE.

AE mengatakan, hal tersebut dilakukan sudah menjadi pilihan hidup meski saat ini hasil dari pernikahan sudah memiliki satu orang anak.

"Mau bagaimana lagi, terkadang suka ada ancaman dari suami dan memang sudah tidak kuat lagi untuk hidup bareng suami," katanya.

Humas Pengadilan Agama Kabupaten Cianjur Mumu Mumin Muktasidin mengatakan, ada 4.050 perkara yang masuk sepanjang tahun 2021 kemarin.

Baca juga: Tiap Bulan Ada 59 Janda Baru di Sukabumi, Ini Permasalahannya Menurut Pengadilan Agama

"Dari total 4.050 tersebut, hampir 95 persennya perkara perceraian atau permohonan cerai gugat," kata Mumu.

Mumu mengatakan, yang mendominasi penggugat perkara perceraian mayoritas dari perempuan.

"Yang paling mendominasi itu faktor ekonomi, selebihnya ada yang gara-gara pihak ke tiga atau perselingkuhan, dan kekerasan dalam rumah tangga," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved