Jumat, 1 Mei 2026

Rizal Ramli Sebut Perubahan Indonesia ke Arah Lebih Baik Bisa Dimulai dari Jabar

Rizal Ramli Sebut Perubahan Indonesia ke Arah Lebih Baik Bisa Dimulai dari Jabar, bertemu pegiat budaya Sunda di Bogor

Tayang:
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Mega Nugraha
Istimewa
Pertemuan Rizal Ramli dengan sejumlah pegiat budaya Sunda di Yayasan Kujang Pajajaran di Kota Bogor belum lama ini. 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Ekonom Rizal Ramli sempat bersilaturahmi dengan pegiat budaya Sunda yang tergabung dalam Yayasan Kujang Pajajaran di Kota Bogor, belum lama ini. Dalam pertemuan itu, Rizal Ramli menyinggung soal sosok pemimpin Indonesia ke depan.

Bagi Rizal Ramli, siapa-pun yang memimpin Indonesia ke depan harus memiliki komitmen kuat dalam mensejahterakan masyarakatnya.

"Saya sejak kecil hingga SMA di Bogor, mahasiswa di ITB, otak saya, hati saya enggak terima kenapa bangsa Indonesia yang sangat kaya raya sumber daya alamnya, mata air banyak, matahari bersinar terus, kok mayoritas masyarakatnya itu gembel. 40 persen enggak pernah menikmati arti kemerdekaan," tutur Rizal Ramli dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun, Minggu (2/1/2021).

Baca juga: Pernah Bantu Bangun Jembatan Pasopati Bandung, Rizal Ramli Didorong Maju di Pilpres 2024

Untuk mewujudkan perubahan Indonesia ke arah lebih baik, kata dia, bisa dimulai dari masing-masing daerah. Dia mencontohkan Jabar sebagai daerah dengan potensi sumber daya alam melimpah. 

"Mewujudkan kesejahteraan masyarakat kita mulai semua dari Tanah Pasundan. Sebab, Jabar memiliki sumber daya alam yang cukup besar. Selain itu, kebudayaan Pasundan yang kaya bila dikembangkan secara serius bisa menjadi magnet yang sangat kuat untuk menarik wisatawan bertandang ke Bumi Parahyangan. Jadi, kita mulai perubahan dari Tanah Pasundan, kami mulai dari Bogor, kita akan ubah Indonesia lebih adil dan makmur," ujar Rizal Ramli yang juga mantan Anggota Tim Panel Ekonomi PBB ini.

Dalam pertemuan itu, ada Purwita, seorang sinden yang juga berprofesi sebagai guru honorer. 

Baca juga: Rizal Ramli Sindir Pejabat Negara dan Orang kaya yang Disebut di Pandora Papers Menghindari Pajak

"Saya pekerja seni sekaligus guru honorer selama 16 tahun. Namun, selama itu pemerintah tidak pernah memperhatikan nasib para pekerja seni dan guru honorer. Kalau saat kampanye, selalu saja janjinya akan ada pengangkatan bagi guru honorer. Tapi, setelah berkuasa, janji ya tinggal janji. Saya bosen dengan janji-janji pemerintah. Sebenarnya saya sudah tak percaya lagi sama politik. Tapi, saya dengar Pak Rizal Ramli digadang-gadang jadi capres di 2024, terus terang saya semangat lagi, dan punya harapan besar sama Bapak Rizal Ramli," tutur Purwita.

Sesepuh Yayasan Kujang Pasundan, Wahyu Affandi Suradinata, menuturkan, Rizal Ramli adalah figur yang sangat berani dalam menyampaikan kegelisahan masyarakat sesungguhnya.

"Tadi ada dialog yang curhat keinginan ke depan, dan pak Rizal Ramli adalah orang yang independen berbicara kritikan terhadap pemerintah sekarang, itu adalah kejujuran beliau selama ini yang tidak ingin melihat rakyatnya terlalu lama menderita," ujar Abah Wahyu.

Bahkan, Abah Wahyu mengungkapkan bahwa pemerintah kurang memberi perhatian kepada para pekerja seni budaya

"Kadang-kadang tidak ada bantuan dari pemerintah, tetapi mereka jalan, ini ada kongres budayawan di Jawa Barat mereka mengeluh, bukan meminta, kenapa sampai hari itu tidak ada bantuan dari pemerintah baik tingkat provinsi baik tingkat Pusat. Walaupun ada hanya satu event saja. Tapi pelaku seni di bawah belum tersentuh," tukas Abah Wahyu.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved