Sudah Lama Menikah Tapi Belum Dikarunia Anak, Inseminasi Buatan Perlu Dicoba, Ini Penjelasannya

Tidak sedikit pasangan suami istri belum dikaruniai anak meski sudah lama menikah. Ada inseminasi buatan atau Intrauterine Insemination (IUI) sebagai

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Mega Nugraha
Shutterstock via Kompas.com
ilustrasi hamil 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tidak sedikit pasangan suami istri sudah lama menikah namun belum dikaruniai anak. Dari sejumlah tinjauan medis, ada inseminasi buatan atau Intrauterine Insemination (IUI) sebagai solusi.

Pimpinan Klinik Fertilitas Indonesia, dr Indah Maharani SpOG mengatakan, Intrauterine Insemination (IUI) merupakan program kehamilan dengan metode mendekatkan sperma yang sudah melalui proses washing sperm dengan sel telur secara natural di dalam rahim.

Tujuannya yakni meningkatkan jumlah sperma yang berhasil sampai di tuba falopi. Dengan begitu, metode ini diharapkan mampu meningkatkan kesempatan sel telur untuk dibuahi sperma.

Baca juga: Zaskia Sungkar Hamil, Irwansyah Sediakan Lift di Rumah, Totalitas Jalani Progam Bayi Tabung

Peresmian Klinik Fertilitas Indonesia di Kota Bandung, Sabtu (1/1/2021)
Peresmian Klinik Fertilitas Indonesia di Kota Bandung, Sabtu (1/1/2021) (Tribun Jabar / Nazmi Abdulrahman)

"Bagi pasangan yang sudah menikah selama 1 tahun dan belum dikaruniai buah hati, jangan takut berkonsultasi ke dokter untuk memulai program hamil, karena setelah berkonsultasi akan terdiagnosis masalah nya apa dan bisa kita cari ikhtiar untuk program kehamilannya," ujar Indah Maharani, dalam keterangannya, Sabtu (1/1/2022).

Klinik Fertilitas Indonesia sendiri sudah beroperasi di Kota Bandung. Dia menyebut sudah berpengalaman selama 23 tahun di bidang teknologi reproduksi berbantu.

Selain tindakan inseminasi buatan atau IUI di Klinik Fertilitas Indonesia Klinik Harapan Keluarga juga bisa melakukan pemeriksaan analisa sperma dan tentunya konsultasi program kehamilan.
  
Menurutnya, Inseminasi bisa dilakukan 2-3 kali, jika gagal bisa melanjutkan program hamil selanjutnya yaitu IVF atau bayi tabung.

"Namun sebelumnya bisa dilakukan tindakan laparaskopi jika dibutuhkan untuk mengetahui mengapa belum mendapatkan kehamilan," katanya.

Baca juga: Daftar Fenomena Langit Diprediksi Terjadi 2022: Ada Puncak Hujan Meteor hingga Gerhana Bulan Total

Klinik Fertilitas Indonesia saat ini sudah memiliki 100 cabang, termasuk Klinik Harapan Keluarga Bandung.

Kemal Pasha Siagian, Head of Klinik Fertilitas Indonesia mengatakan, seluruh cabang Klinik Fertilitas Indonesia termasuk Klinik Harapan Keluarga Bandung, didukung penuh oleh Klinik Fertilitas Indonesia dalam hal pelatihan tenaga kesehatan dan juga pemasaran.

"Tujuan kami mendirikan Klinik Fertilitas Indonesia di Klinik Harapan Keluarga untuk membantu pasangan suami istri yang kesulitan mendapatkan buah hati, harapan kami dengan hadirnya kami di Klinik Harapan Keluarga masyarakat Bandung tidak perlu ke luar kota untuk mendapatkan layanan program kehamilan," ujar Kemal.

dr Ayunda Raisha Ismand, direktur dari Klinik Harapan Keluarga menambahkan, tujuan pihaknya bekerja sama dengan Klinik Fertilitas Indonesia adalah untuk membantu pejuang keluarga baru yang belum dikaruniai anak.

"Kita ingin membantu para pejuan garis dua di Kota Bandung dan sekitarnya mendapatkan pelayanan program hamil khususnya inseminasi dengan aman, nyaman, dan sesuai syariah," ujar Ayunda.

Pelayanan inseminasi ini, kata dia, tergabung dengan Harkel Fertility, yaitu pelayanan program kehamilan mulai dari dokter spesialis seperti obgyn dan akupuntur, dokter umum dan psikolog.

"Untuk memastikan ikhtiar memperoleh buah hati berjalan dengan lancar. Dear pejuang garis 2 maniskan perjalan

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved