Breaking News:

Sejoli di Cisayong Ditemukan Meninggal Jadi Kasus Paling Menonjol di Tasik di Tahun 2021

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Aszhari Kurniawan, dalam rilis akhir tahun 2021 di Mapolres, Jumat (31/12), mengungkapkan, tindak pidana umum tahun

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Warga naik ke benteng ingin melihat lokasi kosan tempat ditemukannya jasad perempuan dan laki-laki di sebuah kamar kos di Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (23/10/2021) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman
TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Jumlah tindak pidana umum yang terjadi di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota selama 2021 mengalami penurunan. 
Namun begitu sempat terjadi tindak pidana menonjol dan menyita perhatian masyarakat, yaitu kasus sejoli yang ditemukan meninggal di kamar kos di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Aszhari Kurniawan, dalam rilis akhir tahun 2021 di Mapolres, Jumat (31/12), mengungkapkan, tindak pidana umum tahun 2021 sebanyak 320 kasus. 
Sementara tindak pidana umum selama tahun 2020 sebanyak 371 kasus.
Sehingga terjadi penurunan 51 kasus. 
Aszhari mengungkapkan, daei ratusan tindak pidana umum itu, ada beberapa kasus yang menonjol dan menjadi perhatian masyarakat. 
"Salah satunya adalah sejoli yang ditemukan meninggal dunia di kamar kos di Kecamatan Cisayong," kata Aszhari.
Penyelidikan dan penyidikan kasus itu dihentikan karena salah satu korban tewas adalah pelaku pembunuhan.
"Dari hasil penyelidikan yang diperkuat hasil autopsi, yang pria menembak pacarnya. Lalu dia sendiri melakukan aksi bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri," ujar Kapolres.
Dari hasil identifikasi juga diketahui senjata api yang digunakan dalam kasus tersebut bukan senjata organik Polri maupun TNI.
"Kasus menonjol lainnya adalah aksi pembobolan mesin ATM menggunakan alat las di Jalan Perintis Kemerdekaan," kata Aszhari.
Jajaran Satreskrim berhasil menangkap para tersangka pelaku yang ternyata jaringan lintas provinsi.
"Dari pengakuan para tersangka, mereka telah membobol ATM di Kota Tasikmalaya, Sukabumi dan Karawang dengan nilai total lebih dari Rp 800 juta," ujar Kapolres.
Kasus Cisayong

Pihak Polres Tasikmalaya Kota secara resmi menghentikan penyelidikan maupun penyidikan kasus sejoli tewas di kamar kos di Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

"Pengusutan kasusnya secara resmi dihentikan, karena seperti diketahui terduga pelaku ikut meninggal dunia," kata Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Agung Tri Poerbowo, Rabu (27/10/2021) sore.

Sejoli itu, Widia (42) dan kekasihnya, S (56), tewas dengan luka tembakan di sekitar leher, di kamar kos di Kampung Cibodas Pasar, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong.

Dari hasil identifikasi, olah TKP serta autopsi, polisi menyimpulkan S menembak Widia kemudian mengakhiri hidupnya dengan cara sama.

Menurut Agung, sesuai pasal 77 KUHP, segala hak untuk menuntut hukum gugur jika tersangka atau terdakwa meninggal dunia.

"Dalam hal ini S yang menembak Widia juga ikut tewas setelah menembak dirinya sendiri. Jadi kasusnya resmi ditutup," ujar Agung.

Ia kembali menegaskan bahwa tragedi yang menimpa sejoli yang sudah dewasa ini berlatar belakang asmara.

Agung menyebutkan, sejoli tersebut menurut keterangan sejumlah saksi sering bertengkar.

"Pertengkaran inilah yang memicu keduanya akhirnya harus meregang nyawa oleh tembakan yang dilakukan S," kata Agung.

Widia juga diketahui sedang hamil muda. Tanda-tandanya diketahui saat dilakukan autopsi.

Sejoli ini ditemukan tewas, Sabtu (23/10) sore, setelah tetangga kosan curiga sudah beberapa hari Widia tak kelihatan batang hidungnya.

Padahal sepeda motor korban berada di luar dan tak biasanya dibiarkan begitu saja.

Warga kemudian mendatangi kosan korban dan ternyata terkunci. Setelah jendela dicongkel, akhirnya diketahui sejoli ini sudah tak bernyawa.(firman suryaman)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved