Mengapa Tahun Baru Ditetapkan pada 1 Januari? Padahal Dulu Dirayakan pada Bulan Maret

Kalender yang umum digunakan di Indonesia adalah penanggalan masehi yang diawali pada 1 Januari setiap tahunnya.

freepik.com
gambar menarik Tahun Baru 2022 

Dalam sistem pemerintahan Romawi, ada yang namanya Consul, semacam dua perdana menteri yang memimpin administrasi pemerintahan.

Baca juga: Kecelakaan Pertama di Tahun 2022, Jumino Masuk Jurang usai Rayakan Tahun Baru di Pangandaran

Masa tugas mereka ternyata 12 bulan.

Diyakini, karena tiap 1 Januari ada Consul yang baru bertugas, maka rakyat pun merayakannya.

Pada abad pertengahan Eropa (Medieval) atau era setelah runtuhnya kekaisaran Romawi, hura-hura perayaan tahun baru tiap 1 Januari, dianggap sebagai perayaan yang bertentangan agama Kristen.

Dewan agama Kristen di kota Tours, Perancis, menghapus perayaan tahun baru pada 1 Januari.

Karena keputusan ini, pada zaman itu, orang Eropa merayakan tahun baru pada 25 Desember, 1 Maret, 25 Maret, dan saat Paskah.

Pada 1582, kalender buatan Julius Caesar kembali disempurnakan, benar-benar menjadi kalender yang digunakan sampai saat ini.

Namanya, kalender Gregorian. Nama Gregorian ini didasarkan pada nama pemimpin umat Katolik ketika itu, Paus Gregory XIII, yang meresmikan penggunaan kalender ini pada Oktober 1582.

Kalender ini dibuat oleh Christopher Clavius, seorang matematikawan dan astronom asal Jerman.

Kalender ini kembali 'meluruskan' bahwa tahun baru dirayakan pada 1 Januari.

Fakta menariknya, meski kalender Gregorian ini dipakai dan disetujui oleh banyak negara berbasis Katolik, tapi tidak semua negara berbasis Kristen menggunakannya.

Inggris misalnya, tidak menggunakan kalender ini sampai pada tahun 1752.

Makanya, sebelum tahun 1752, bangsa Inggris masih merayakan tahun baru pada bulan Maret.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved