Malam Tahun Baru

Kota Bandung Sepi Peminat Wisatawan Bertahun Baru, Dua Daerah Ini Paling Diminati, Salah Satunya KBB

Herman Muchtar menjelaskan, Kota Bandung merupakan wilayah yang terbilang sepi diminati wisatawan untuk pergantian tahun.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Hermawan Aksan
TRIBUNJABAR.ID/TIAH SM
Foto ilustrasi: Pemerintah Kota Bandung dan Polrestabes Bandung mengadakan rekayasa lalu litas di simpang Jalan Ciliwung-Cilaki mulai 30 Desember 2021 ini. 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung mengungkapkan, menjelang tahun baru, tingkat okupansi hotel di Kota Bandung hanya 30 persen.

Hal itu menunjukkan minat wisatawan untuk merayakan malam tahun baru di Kota Bandung rendah.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan tingkat okupansi hotel di Kabupaten Bandung Barat yang mencapai 70 persen.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kenny Kaniasari, mengatakan, berdasarkan data yang diperolehnya dari Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, okupansi hotel pada libur Natal atau terhitung tanggal 23 sampai 26 Desember kemarin hanya 29,5 persen.

Angka keterisian hotel pada tanggal 31 Desember sekitar 30 persen.

"Data yang saya dapat dari PHRI Jabar itu kurang dari 30 persen untuk okupansi pada malam tahun baru," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Jumat (31/12/2021).

Menurutnya, menurunnya minat wisatawan ke Kota Bandung diduga karena meningkatnya kesadaran masyarakat akan kekhawatiran penyebaran Covid-19, termasuk masuknya Omicron ke Indonesia, yang tengah menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat.

"Kalau dilihat dari kecenderungan masyarakat sekarang masih cukup berhati-hati untuk berpergian juga."

"Kami berharap agar dalam kondisi dan situasi apa pun, warga Kota Bandung dan wisatawan agar tetap berdisiplin menjaga prokesnya," ucapnya.

Kenny menjelaskan, salah satu upaya mencegah potensi penularan Covid-19, Pemkot Bandung akan tetap melakukan pembatasan di semua taman di Kota Bandung yang menjadi daya tarik tujuan wisata bagi para wisatawan yang berlibur di Kota Bandung, termasuk Alun-alun Bandung.

"Karena dikhawatirkan adanya penumpukan wisatawan pada malam tahun baru, Pemerintah Kota Bandung melakukan upaya pencegahan dengan menutup Alun-alun dan juga taman-taman."

"Pembatasan lain, hotel dibatasi 75 persen, restoran dibatasi 50 persen, tempat hiburan 30 persen untuk kapasitas."

"Yang pasti, perayaan tahun baru baik indoor maupun outdoor itu tidak diperbolehkan," ujar Kenny.

Ketua Perhimpunan Restoran Hotel Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Herman Muchtar, menjelaskan, Kota Bandung merupakan wilayah yang terbilang sepi diminati wisatawan untuk pergantian tahun.

Hal itu dapat dilihat dari okupansi hotel pada malam pergantian tahun nanti malam.

"Paling tinggi itu Pangandaran dan Kabupaten Bandung Barat dengan angka okupansi sebesar 70 persen."

"Kota Bandung jauh di bawah itu, hanya 30 persen," katanya saat dihubungi melalui telepon, Jumat (31/12/2021). (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved